Indonesia Gagas Pembentukan Forestry Eight
Jum'at, 31 Agustus 2007 | 11:30 WIB
TEMPO Interaktif, Bali:Indonesia menggagas pembentukan Forestry Eight (F-8), yaitu kumpulan negara-negara yang mempunyai hutan hujan tropis terbesar. Konsep gagasan ini dibicarakan dalam rapat yang dilakukan hari ini di Istana Tampak Siring.
Juru bicara kepresidenan Dino Patti Djalal menjelaskan ide ini muncul dari fakta bahwa Indonesia merupakan negara nomor tiga penghasil emisi setelah Brazil dan Cina.
"Kalau negara-negara seperti Indonesia dan Brazil bisa mengendalikan emisi, maka bisa keluar dari Top 10 negara berpolusi," kata Dino di pendopo Istana Tampak Siring, Bali, Jumat (31/8).
Kumpulan negara hutan hujan tropis ini adalah negara-negara yang ada di area antara 10 derajat utara khatulistiwa dan 10 derajat selatan khatulistiwa. "Kami mengundang delapan negara, Brazil, Malaysia, Papua Nugini, Gabon, Costa Rica, Kamerun, dan Kongo," kata Dino.
Kedelapan negara ini, kata Dino, mencakup 80 persen dari negara-negara hutan hujan tropis. Dino menjelaskan 25 persen emisi global berasal dari masalah kehutanan. Sisanya berasal dari industri dan listrik.
Presiden, kata Dino, mengambil inisiatif untuk memperkenalkan konsep ini dalam pertemuan pertama pada 24 September di New York. "Pada 24 September Presiden akan Konferensi Tingkat Tinggi Global Warming di New York," kata Dino.
Dino membandingkan konsep F-8 ini dengan Kyoto-2 yang lebih banyak berada di level industri. "Di Kyoto-2, hutan tidak dibahas," kata Dino.
Rapat pembahasan F-8 yang dipimpin Yudhoyono ini diikuti oleh Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Menteri Kehutanan Malam Sabat Kaban, Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, anggota Dewan Pertimbanagn Presiden Bidang Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan Emil Salim, dan staf khusus Presiden bidang Hubungan Internasinol/juru bicara kepresidenan Dino Patti Djalal.
FANNY FEBIANA|ROFIQI HASAN





