Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Presiden Minta Aksi Demo Anti Malaysia Dihentikan
Jum'at, 31 Agustus 2007 | 11:39 WIB

TEMPO Interaktif, Bali:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta aksi demonstrasi dan sweeping warga Malaysia di Indonesia bisa segera dihentikan.

Presiden menilai, pemerintah Malaysia telah memberikan respons yang positif dalam mengupayakan penyelesaian masalah pemukulan pelatih karate Indonesia, Donald Pieter Luther Colopita. "Kami meminta mereka melakukan sejumlah hal dan pemerintah Malaysia telah melakukannya, yakni dengan melakukan proses hukum dan menyampaikan permintaan maaf. Sebagai bangsa yang besar kita harus bisa menghargai langkah mereka itu," kata juru bicara kepresidenan Dino Patti Djalal di Istana Tampak Siring, Bali, Jumat (31/8).

Menurut Dino, permintaan maaf dari Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi yang disampaikan melalui telepon merupakan level yang tertinggi dalam proses hubungan diplomatik. Sebab menunjukan adanya hubungan pribadi dan persahabatan antara kedua bangsa. Jadi hal itu tidak perlu dipersoalkan.

Sementara itu mengenai aksi sweeping, pemerintah Indonesia menegaskan adanya kewajiban untuk melindungi warga asing yang masuk ke Indonesia secara legal. Mereka itu tidak boleh diganggu atau dilukai oleh siapapun.

Dino juga mengingatkan, adanya 1,5 juta orang Indonesia yang bekerja di Malaysia dan 10 ribu pelajar di negeri Jiran itu.

Sementara itu, ada 1.300 pelajar Malaysia di Indonesia serta 600 ribu turis asal Malaysia setiap tahunnya yang berkunjung ke Indonesia. Karenanya semua masalah harus diselesaikan dengan hati-hati sesuai dengan standar hubungan internasional.

Mengenai masalah tenaga kerja Indonesia yang bermasalah di Malaysia, pihak Indonesia terus meminta adanya penyelesaian di tingkat diplomatik, kepolisian kedua negara, serta pejabat imigrasi. Namun, pemerintah Malaysia sudah memberi pengakuan bahwa mereka agak kesulitan untuk ikut campur pada masalah-masalah yang telah masuk ke pengadilan, karena ada larangan pemerintah mengintervensi kasus-kasus tersebut.

Menurut Dino masalah ini akan kembali dikoordinasikan oleh Presiden dalam pertemuan dengan PM Ahmad Badawi pada November mendatang di Kuala Lumpur.

ROFIQI HASAN


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

PKS Minta Wapres Jangan Kunjungi Malaysia
Malaysia Perkuat Armada Jet Tempur
Kabut Asap Ancam Penerbangan Malaysia
Mahathir Berusaha Dongkel Badawi
Kuala Lumpur Mulai Tertutup Kabut Asap

Referensi

Kemarahan Setelah Pengeroyokan

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [4]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk106651 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data