Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kalla: Permohonan Maaf PM Malaysia Sudah Cukup
Sabtu, 01 September 2007 | 15:02 WIB

TEMPO Interaktif, Pekalongan:Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan permohonan maaf Perdana Menteri (PM) Malaysia Abdullah Badawi atas kasus pemukulan wasit karate Indonesia, Donald Luther Colopita, oleh empat polisi Malaysia harus diterima seluruh komponen bangsa Indonesia.

"Kita harus menghargai hal itu. Sebagai umat beragama permohonan maaf itu harus diterima," ujar Kalla sebelum membuka acara peresmian Pekan Batik Internasional 2007 di Pekalongan hari ini (1/9).

Pernyataan maaf PM Badawi secara langsung kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus bisa menormalisasi sikap masyarakat Indonesia atas kasus ini. "Dulu kan kita minta Menlunya yang minta maaf, sekarang kan PM Malaysia sendiri yang minta maaf, jadi tidak bisa diterimanya di mana," ujar dia.

Namun, kata Kalla, masalah hukumnya tetap berjalan. Menteri Pertahanan Malaysia, kata dia, sudah berjanji untuk menuntaskan kasus ini secara serius. Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia juga sudah diminta menyiapkan tuntutan hukum pidana dan perdata atas kasus pemukulan ini.

"Pak Donald juga harus menyiapkan tim pengacara untuk menuntut proses hukum kasus ini," ujar dia.

PM Malaysia, ujar Kalla, mengaku menyesal dan menganggap insiden ini sebagai kesalahan polisi Malaysia. "Mereka sangat menyesal dan mengaku bahwa insiden ini benar-benar merupakan suatu hal yang sama sekali tidak diharapkan," kata dia.

PM Malaysia, kata Kalla, saat bertemu dengan dirinya menyampaikan salam kepada seluruh masyarakat di Indonesia dan pemerintah Indonesia dan Malaysia sudah menganggap normal kembali hubungan dua negara serumpun ini. "Biarkan hukum yang berjalan," kata dia.

Kalla mengimbau agar masyarakat Indonesia tidak lagi melakukan tindakan berlebihan menanggapi kasus ini. Sweeping warga Malaysia, ujar dia, adalah hal yang berlebihan dan merugikan Indonesia sendiri. "Karena ini bukan kesalahan Malaysia, ini kesalahan oknum polisi," ujar dia.

Dalam Pekan Batik Internasional 2007 di Pekalongan hari ini, delegasi Malaysia yang diundang ke acara tersebut tidak hadir. Hal ini, kata Kalla, bisa jadi dipengaruhi oleh aksi sweeping masyarakat Indonesia atas warga Malaysia yang ada di Indonesia pada Selasa malam lalu. "Jadi ini karena kita sendiri yang terlalu berlebihan dalam menanggapi kasus Donald ini," uajr Kalla.

Anton Aprianto

Dari Arsip Majalah TEMPO
TNI Pasca- Ambalat | 28 Maret 2005
Memilih Jalan Damai | 21 Maret 2005
Wilayah Maritim Tidak Ditentukan oleh Lobi Perusahaan Minyak | 14 Maret 2005
Malaysia Tak Bersikap sebagai Tetangga Baik | 14 Maret 2005
Tsunami Lebih Ramai | 14 Maret 2005
Ganyang Malaysia, Selamatkan Siti Nurhaliza | 14 Maret 2005
Memburu Emas Hitam | 14 Maret 2005
Datuk, di Laut Kita Adu gertak | 14 Maret 2005
Adu Gertak di Ambalat | 14 Maret 2005
Stambul Ambalat | 14 Maret 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

UNS Jamin Keamanan Mahasiswa Asal Malaysia
Mahasiswa Malaysia di Jambi Tidak Merayakan Hari Kemerdekaan
Mahasiswa Malaysia di IAIN Surabaya Diimbau Tetap Waspada
IAIN Sunan Ampel Minta Mahasiswa Asal Malaysia Waspada
Pemerintah Didesak Tindaklanjuti Maaf Malaysia
Mahasiswa Malaysia di Bali Tidak Terpengaruh Unjuk Rasa
Perdana Menteri Malaysia Meminta Maaf Kepada Indonesia
Ratusan Karateka Demo Kantor Konsulat Malaysia di Medan
Penembak di Serawak Belum Pasti Warga Indonesia
Menhan: Malaysia 38 Kali Langgar Tapal Batas
> selengkapnya...

Referensi

Panas Jakarta-Kuala Lumpur
Kemarahan Setelah Pengeroyokan
Negara Berpagar Belasan Ribu Pulau
Ladang Minyak yang Diperebutkan Dua Negara
Babak Baru Sengketa Negeri Serumpun
Perimbangan Kekuatan Indonesia-Malaysia
Pulau-pulau kecil
ARMADA
Tumpang tindih lahan minyak

Website

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
The ASEAN Secretariat

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk106723 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Ryugyong Dibangkitkan dari Koma
Dua Desa di Kwamki Lama Kembali Bentrok
9.000 Anak Di Banten Menderita Gizi Buruk
Kabupaten Batubara Kekurangan Dana Selenggarakan Pilkada
Karena Ditekan, Glenn Suap Urip Rp 1 Miliar

<< September,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data