Nias Kurang Tenaga Kesehatan Berkualitas

Senin, 03 September 2007 | 17:51 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kabupaten Nias dan Nias Selatan kekurangan tenaga kesehatan. Koalitas tenaga kesehatan pun tidak memadai. ?Padahal kondisi kesehatan masyarakat setempat memprihatinkan.,? kata konsultan kesehatan untuk badan rehabilitasi dan rekonstruksi (BRR) Nias Astrid Kartika di kantor BRR Nias, Senin (3/9).

Badan rehabilitasi rekonstruksi akan selesai bertugas di Aceh dan Nias tahun depan. BRR bertugas di Aceh dan Nias mulai pascatsunami.

Nias dan Nias Selatan termasuk kabupaten tertinggal di Sumatera Utara. Tingkat kematian ibu dan bayi tergolong tinggi. Selain itu, anak-anak banyak yang tenderita gizi buruk dan gizi kurang. Astrid mengatakan 43 puskesmas yang terdapat di Kabupaten Nias dan Nias Selatan hanya ditangani 20 dokter.?Tenaga kesehatan yang berstatus pegawai negeri sipil masih sedikit,? ujarnya.

Kedua kabupaten, kata dia, memiliki wilayah berupa kepulauan. Sehingga, aksesibilitas masyarakat terhadap pusat layanan kesehatan sangat sulit. ?Infrastruktur jalan menghambat akses ke pelayanan kesehatan. Pertolongan terhadap kondisi darurat sulit dilakukan,? katanya.

BRR Nias berencana membangun sebelas puskesmas plus di dua kabupaten itu. Puskesmas itu, dia melanjutkan, akan memberikan fasilitas lebih. Misalnya rawat inap yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Nias.

Enam di Nias dan lima di Nias Selatan. Pembangunan itu bahkan sudah masuk dalam daftar isian pelaksanaan anggaran tahun ini. Namun, ujar Astrid, penerapan puskesmas plus baru akan dilakukan tahun depan. ?Selama ini anggaran digunakan untuk pematangan konsep,? katanya.

Pilot Project dilakukan di Nias dan Nias Selatan sejumlah masing-masing 3 puskemas. Pembangunan akan dilakukan di antaranya di Kecamatan Awa?ai, Alas, Gunung Sitoli, dan Lahusa.


Masalah kesehatan di Nias:
1. Rendahnya dukungan finansial untuk operasional manajemen dari pemerintah kabupaten
2. Terbatasnya jumlah tenaga kesehatan terutama dokter
3. Terbatasnya kualitas tenaga kesehatan terutama paramedis dan bidan
4. Rendahnya kemampuan pengelolaan/manajemen Puskesmas
5. Rendahnya perhatian terhadap sanitasi dan kebersihan lingkungan Puskesmas
6. Rendahnya angka kunjungan masyarakat ke Puskesmas KURNIASIH BUDI






Komentar Anda

Kirim