30 Ribu Desa Belum Teraliri Listrik
Rabu, 05 September 2007 | 19:58 WIB
TEMPO Interaktif, Banten:Sebanyak 30 ribu desa saat ini belum teraliri listrik. Untuk mengalirinya dibutuhkan dana Rp 15 triliun.
"Tahun ini dikucurkan dana 600 miliar untuk program Desa Mandiri Energi," ujar Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie saat ditemui usai membuka seminar "Kawasan Hemat Energi" di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Serpong, Banten, Rabu (5/9).
Saat ini Direktur Jenderal Energi dengan pendanaan pemerintah bertugas untuk mengaliri listrik desa. Ia berharap nantinya ada teknologi energi tepat guna agar ketersediaan energi bisa lebih baik dan sesuai.
"Teknologi ini mulai dikembangkan oleh Institut Teknologi Indonesia (ITI)," katanya. Ical menargetkan, 2015 mendatang seluruh desa yang masih gelap bisa mendapatkan energi listrik.
Program ini, jelasnya, tidak akan dilakukan dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pasalnya, PLN adalah perusahaan yang berorientasi profit. "Kita harapkan energi bisa didapatkan dari alam seperti air, matahari, angin dan gelombang. Yang gratis," katanya. Investasi untuk program ini akan dibiayai oleh pemerintah pusat dan pemeliharaannya oleh pemerintah daerah. Tujuannya rakyat hanya membayar murah karena sumber energinya gratis.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) Said D. Jenie mengatakan saat ini program desa mandiri dikendalikan oleh tim nasional. "BPPT masuk ke tim nasional untuk memberikan bahan baku energi nabati," katanya.
Namun, untuk pemilihan desa mandiri, jelasnya, ada tim tersendiri. Saat ini, kata dia, masih ditentukan desa mana saja yang akan dipilih menjadi desa mendiri energi dan dalam bidang apa kemandirian dan kebutuhannya. "Apakah untuk bahan baku saja, SDM saja, teknologi proses saja, atau distribusi dan pembinaan saja," ujarnya.
Reh Atemalem Susanti





