Pendidikan Teknik dan Kejuruan bagi Anak Perempuan Putus Sekolah
Kamis, 06 September 2007 | 17:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak 157 orang mengikuti program pendidikan ilmiah, teknik dan kejuruan oleh UNESCO dan Departemen Pendidikan Nasional. Program yang sudah dilaksanakan sejak April 2002 lalu itu, kata Direktur Jenderal Pendidikan Luar Sekolah Ace Suryadi, bertujuan mengurangi kemiskinan dan pemberdayaan anak-anak perempuan untuk mendukung peningkatan kemampuan kolompok anak perempuan dan wanita muda.
Ace menjelaskan, program tersebut diharapkan dapat mengentaskan putus sekolah dan buta huruf di Indonesia. Setelah Lombok, program tersebut rencananya dapat diimplementasikan di daerah-daerah lain di Indonesia yang memiliki kesenjangan gender yang tinggi.
“Setelah Lombok, mungkin program ini bisa dicoba di Papua dan di daerah-daerah lain khususnya daerah Indonesia Timur,” katanya pada peluncuran buku pedoman pedoman “Pendidikan Ilmiah, Teknik dan Kejuruan untuk Anak-anak Perempuan dan Wanita Muda Kurang Beruntung” di Departemen Pendidikan Nasional, Kamis.
Lombok, Nusa Tenggara Barat dipilih karena di daerah tersebut tingkat kesenjangan gendernya masih cukup tinggi.
Hasnah Gasin, Koordinator Nasional Sekolah Berasosiasi Dengan UNESCO, menambahkan anak-anak perempuan dan wanita muda tersebut dilatih untuk menguasai beberapa bidang seperti permesinan, pertanian ataupun kelautan selama enam bulan. Setelah lulus mereka mendapat sertifikat dan diberikan modal sebesar Rp 1,5 juta perorang. Dengan modal tersebut, mereka diarahkan untuk membentuk kelompok usaha sesuai dengan bidang yang dipelajari pada program tersebut. Reh Atemalem Susanti





