PDI Perjuangan Bali Minta Sikap Oposisi yang Tegas

Jum'at, 07 September 2007 | 14:57 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar:Forum Rapat Kerja Nasional dan Rapat Koordinasi Nasional Sabtu (8/9) hingga Senin (10/9) Bali ingin menunjukkan kesiapan memenangkan Megawati sebagai calon Presiden. Karena itu mereka berharap, Megawati dapat segera menyatakan kesediaannya dicalonkan.

“Pengalaman dalam pemilu 2004 menjadi pelajaran penting bagi kami,” kata Sekretaris Pengurus PDIP Provinsi Bali Nyoman Parta, Jum’at (7/9).

Pada pemilu lalu pasangan Mega-Hasyim tetap menduduki peringkat pertama dengan pencapaian sekitar 70 % dari total suara di Bali. Harapan warga Bali kepada Megawati, katanya, sama sekali belum pudar.

Alasan memilih Mega, kata Parta, karena dipandang belum ada calon lain di dalam maupun diluar partai yang memiliki karisma dan kemampuan sebagaimana Megawati. “Saat beliau memimpin situasi cenderung makin positif , sayang banyak pekerjaan yang belum terselesaikan,” sebutnya.

Diharapkan bila kembali terpilih, pekerjaan-pekerjaan itu bisa diselesaikan secepatnya. PDIP Bali mengirim 325 kadernya . Mereka adalah para pengurus partai dari tingkat DPD hingga Pengurus Anak Cabang di seluruh Bali, kader di legistatif serta para Bupati dan Walikota. ”Ibu Mega tidak perlu khawatir dengan kekompakan kami,” katanya.

Selain mengusung pencalonan Mega, PDIP Bali juga akan meminta partai menegaskan kembali sikap oposisinya terhadap pemerintahan. Oposisi, tegas dia, merupakan bentuk kontrol terhadap pemerintah agar tetap berpihak kepada kalangan ”wong cilik”.

Sementara itu mengenai calon independen dalam Pilkada, PDIP Bali akan meminta DPP memperjuangkan syarat sebesar 15 % dari jumlah pemilih bagi calon independen. Alasannya, memberi keadilan antara calon independen dengan calon dari partai.

Rofiqi Hasan






Komentar Anda

Kirim