Departemen Kesehatan Luncurkan Program Surveillans Nasional Hepatitis C

Jum'at, 07 September 2007 | 15:02 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Surveilans Epidemilogi Imunisasi Kesehatan Matra Departemen Kesehatan, dr. Yusharmen menyatakan penyakit
hepatitis C berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di masa mendatang, apabila tidak segera diantisipasi.

"Hepatitis C tidak memiliki gejala khusus, sehingga penderita biasanya tidak menyadari ia terkena penyakit ini" kata dia dalam peluncuran Program Surveilans Nasional Hepatitis C di Hotel Atlet Century Park, Jum'at siang.

Penyakit ini, dia melanjutkan, sangat mudah menular antar manusia dan 30 persen dari penderitanya memiliki kecenderungan terkena penebalan hati (sirosis) dan kanker hati bila dibiarkan dalam jangka waktu yang lama. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dari 170 juta penderita Hepatitis C di dunia, tujuh juta penduduk Indonesia terinfeksi penyakit ini.

Saat ini permasalahan Hepatitis C belum dapat dideskripsikan secara rinci karena masih banyaknya kasus yang belum terdata. "Progrram ini bertujuan mengumpulkan data dan memberikan gambaran kondisi epidemilogi untuk dapat dijadikan dasar kebajikan pengendalian preventif hepatitis C di Indonesia," ujar Yusharmen.

Ia mengatakan, program yang rencananya akan berjalan selama setahun ini merupakan fase pertama dari upaya pencegahan penyebaran Hepatitis C di Indonesia. Program ini akan dilaksanamakan di 11 provinsi yang mencakup 13 rumah sakit, 24 laboratorium kesehatan dan 12 unit transfusi darah dari pemerintah maupun swasta.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Departemen Kesehatan, Dr. I Nyoman Kandun mengatakan pemilihan provinsi dan rumah sakit itu didasarkan pada kualitas SDM Rumah Sakit dan banyaknya populasi di propinsi tersebut. "Kami akan melibatkan provinsi lainnya di masa mendatang." ujarnya.

Program ini merupakan hasil kerja sama antara Departemen Kesehatan dengan PT Roche Indonesia. "Kami yakin, dengan dukungan politik yang kuat dan SDM yang berkualitas, program ini akan berjalan dengan baik." ujat Presiden Direktur PT.Roche Indonesia, Dr. Ait Allah Mejri. Program yang akan didanai oleh Roche selama setahun mendatang merupakan bentuk tanggung jawab sosial PT. Roche Indonesia (CSR) kepada masyarakat. AMANDRA MUSTIKA MEGARANI

TOPIK






Komentar Anda

Kirim