Pendamping Megawati ditentukan Tahun Depan

Senin, 10 September 2007 | 13:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PDIP akan menentukan calon pendamping Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri yang akan diusung PDIP dalam Pemilu 2009 pada Rakernas III tahun depan.

Ketua Fraksi PDIP DPR Tjahjo Kumolo mengatakan penegasan siapa yang akan menemani Megawati dalam Pemilu 2009 baru akan dibahas tahun depan. "Mekanismenya akan melalui rapat kerja nasional pada tahun depan," kata Tjahjo dalam jumpa pers Rapat Koordinasi Nasional Senin (10/9).

Menurut dia, hingga saat ini PDIP belum akan membahas calon pendamping itu. "Kita kan masih ada dua kali rakernas II dan rakernas III," kata dia. Dia menambahkan pihaknya masih akan mempersiapkan konsolidasi partai dahulu. "Belum ada inventarisasi nama-nama itu," ujar dia.

Mekanisme itu, kata dia, akan diputuskan dari DPC hingga DPD melalui rakernas itu. Munculnya beberapa nama calon itu di media, Tjahjo membantah hal itu. Beberapa nama telah muncul yaitu; Gubernur DKI sSutiyoso, Dewan pembina Golkar Surya paloh dan Menteri Dalam negeri Mardiyanto. "Itukan di media saja," tuturnya.

Tjahjo menjelaskan PDIP tidak akan mengulangi kegagalan pada pemuilu 2004 lalu. Saat itu, Mega berduet dengan Ketua PBNU HAsyim Muzadi namun harus kalah dari pasangan SBY-Kalla. "Nantinya calon pendamping itu bisa memberikan suara yang signifikan," kata dia. Selain itu, tambah dia, calon ini harus memiliki kriteria yang kita berikan. "Memiliki ideologi yang sama," kata dia.

PDIP, kata dia, tidak akan gegabah memilih calon pendamping itu. "PDIP akan lakukan survey terlebih dahulu bagaiman kompetensi dari calon itu," kata dia. Kemungkinan, kata dia, akan terbuka luas. "Apakah dari purnawirawan, tokoh ormas atau apapun," jelasnya.

Dia menuturkan PDIP masih akan melakukan pengkajian untuk melakukan koalisi. "Rencananya calon pendamping itu bukan dari koalisi partai," kata dia. Kemungkinan, kata dia, akan dipersiapkan satu paket. Karena, lanjut dia, koalisi yang selama ini tidak akan bertahan lama. Dia mencontohkan paket koalisi antara Demokrat, Golkar dan partai lain. "Mulai pada rontok, PAN saja sudah lepas," kata dia. Kemungkinan, kata dia, tetap dari satu partai saja. "Kemungkinan bisa juga dari birokrat," jelasnya. Eko Ari Wibowo






Komentar Anda

Kirim