Kalla Bantu 150 Ambulan
Selasa, 11 September 2007 | 12:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan bantuan pribadi 150 mobil ambulan untuk rumah sakit di berbagai daerah di Indonesia. Kendaraan ini didesain untuk menembus medan berat saat terjadi bencana alam.
Menurut Kalla, pembelian kendaraan tersebut menggunakan dana milik pribadi. Akan tetapi, dia tidak mau menyebutkan dana yang digunakan untuk membeli ambulan tersebut.
Kendaraan tersebut berjenis Toyota Land Cruiser memiliki enam silinder dengan kapasitas mesin 4.500 cc. Wakil Presiden mengatakan sengaja memilih kendaraan jenis karena dapat menembus medan yang berat.
?Saat bencana banyak korban tidak bisa dijangkau, ini memang didesain untuk menjangkau daerah yang susah,? kata Wakil Presiden Jusuf Kalla, Selasa(11/9), saat menyerahkan bantuan mobil ambulan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta.
Kalla mengatakan saat terjadi bencana alam banyak daerah yang tidak bisa dilewati kendaraan. ?Kalau ada longsor, biasanya diangkut dengan sarung,? ujarnya. Dengan mobil jenis ini, lanjut Kalla, korban dapat dievakuasi dengan cepat.
Dia mengakui biaya operasional dan perawatan kendaraan
ini lebih mahal dibanding dengan mobil ambulan biasa.
?Ongkosnya Rp 1.000 per kilomter, makanya jangan dipakai seenaknya, gunakan saat terjadi bencana saja,? kata dia.
Secara simbolis, ambulan ini diserahkan untuk rumah sakit milik tentara, polisi, organisasi keagamaan, sembilan rumah sakit pusat krisis kesehatan, rumah sakit rujukan , dan rumah sakit di daerah. Penyerahan bantuan ini disaksikan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari.
Walikota Padang Fauzi Bahar yang menerima ambulan mewakili rumah sakit daerah tersebut mengatakan bantuan tersebut akan sangat membantu evakuasi korban bencana. Apalagi, kata dia, Padang tergolong daerah yang rawan bencana. Baik bencana letusan gunung berapi maupun tsunami. ?Daerah Padang sangat rawan bencana,? kata dia.
Fauzi mengatakan Padang menerima enam bantuan ambulan
dari Wakil Presiden. Kendaraan tersebut juga dapat
dipakai daerah lain di Sumatera Barat saat terjadi
bencana alam. Dia mengatakan biaya perawatan kendaraan
ini akan diambil dari anggaran pendapatan dan belanja
daerah. SUTARTO





