Unilever Kembangkan Pengolahan Sampah Berkelanjutan
Selasa, 11 September 2007 | 16:00 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Manajer Komunikasi Eksternal PT Unilever Indonesia, Maria Dewantini Dwianto mengatakan, perusahaannya tengah mengembangkan pengolahan sampah berkelanjutan untuk masyarakat Indonesia. Program ini sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan (CSR) yang telah diterapkan di Surabaya dan mulai dikembangkan di Jakarta.
“Pengolahan sampah itu bentuk tangggung jawab perusahaan di bidang lingkungan,” ujar Maria kepada Tempo di sela acara peluncuran “Berbagi 1000 Kebaikan” di Auditorium Universitas Al-Azhar, Selasa.
Saat ini, menurut Maria, masyarakat di beberapa tempat di Surabaya sudah melakukan pengolahan sampah secara mandiri. “Untuk Jakarta, sedang kami upayakan. Dimulai dari RT/RW dengan skala kecil kemudian menjadi lebih besar.” ujarnya.
Selain itu, Unilever melalui Yayasan Unilever Peduli, juga membantu pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM), Pendidikan Kesejahtaraan Rakyat (Kesra) dan Bantuan kemanusiaan. Maria antara lain menyebut bantuan kepada
petani kedelai hitam di Jawa Tengah dan Timur untuk meningkatkan kualitas panen. Bibit dari kedelai hitam yang digunakan adalah hasil kerja sama dengan Universitas Gajah Mada (UGM).
"Sehingga mereka dapat menjual hasil panen yang sesuai standar kami untuk diolah menjadi Kecap Bango,” ujarnya.
Amandra Mustika Megarani





