Indonesia Diminta Waspadai Pandemi Flu Burung

Selasa, 11 September 2007 | 22:53 WIB

TEMPO Interaktif, Nusa Dua:Pandemi virus flu burung sangat dikhawatirkan menimpa sejumlah negara, termasuk Indonesia. Bila hal itu terjadi, jutaan orang bisa meninggal dunia dan kerugian sosial ataupun ekonomi akan mencapai miliaran dolar.

Senior Coordinator for Avian and Human Influenza Perserikatan Bangsa-Bangsa Dr David Nabbaro menyatakan hal itu dalam pertemuan antara pemerintah Indonesia dan mitra kerja internasional dalam penanganan flu burung di Nusa Dua, Bali hari ini.

"Saat ini kematian masih sedikit dibanding kematian akibat penyakit yang lain. Tapi, dalam situasi pandemi, tidak perlu waktu yang panjang untuk kematian dalam jumlah besar," kata Nabbaro.

Dia mengingatkan penyebaran virus itu terhitung sangat cepat. Pada 2003-2005, hanya ditemukan di 15 negara, tapi kini sudah berada di 60 negara. Untungnya, belum terjadi penularan virus antarmanusia.

Menurut Nabbaro, bagi Indonesia, virus ini adalah masalah serius. Apalagi virus telah menyebar pada satwa unggas sehingga sangat sulit ditekan dan dikontrol. Indonesia adalah negara besar secara geografis dan secara politik sangat terdesentralisasi. "Ini sangat berbeda dengan Vietnam yang sudah sukses menangani virus ini," ujarnya.

Dia menegaskan, semua kalangan di Indonesia harus memiliki komitmen yang kuat dalam jangka panjang untuk mengatasi masalah ini. Sebab, sampai saat ini masih ada sejumlah daerah yang menolak menerapkan prosedur, terutama karena alasan ekonomi. Namun, dibanding setahun lalu, kata Nabbaro, kesadaran masyarakat ataupun pemerintah daerah sudah lebih baik.

Rofiqi Hasan






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: