Gunung Kelut Siap Meletus
Minggu, 16 September 2007 | 00:02 WIB
TEMPO Interaktif, Kediri:Aktifitas Gunung Kelut di Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur, terus menunjukkan tanda-tanda akan meletus.
Dari hasil pemantauan sepanjang hari Minggu (16/9), telah terjadi sejumlah gerakan yang mengarah ke terjadinya letusan. Bahkan sekitar pukul 15.45 wib, alat pemantau yang dipasang tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung menunjukan adanya gerakan posisi magma hingga mencapai posisi di bawah kawah.
"Dari hasil catatan yang berhasil direkam, posisi magma yang sebelumnya berada di perut bumi kini naik hingga berada di bawah danau kawah atau berada di lapisan terdangkal kawah. Artinya, itu merupakan tanda akan terjadinya letusan gunung berapi," kata Umar Rosyadi, Ketua Tim Tanggap Darurat Gunung Kelut yang juga Ketua tim PVMBG Bandung, Minggu (16/9) sore.
Adanya pergerakan magma ke arah terdangkal kawah, menurut Umar, bisa menimbulkan terjadinya dua kemungkinan. Pertama, jika tekanan magma sangat kuat dan besar maka akan mendobrak bebatuan dan berbagai material di atasnya hingga menimbulkan letusan gunung berapi. Kedua, jika tekanan relatif kecil maka magma akan mengalir ke kawah gunung dan jika jumlahnya terus membesar bisa mengalir ke aliran lahar yang ada di sekitar kawah.
"Besar kecilnya tekanan sangat tergantung pada temperatur dan kedalaman magma. Jika temperatur semakin tinggi dan kedalaman magma cukup signifikan, maka akan semakin besar daya letusannya," jelas Umar.
Selain adanya pergerakan magma dari perut bumi ke dasar kawah, sepanjang Minggu pagi hingga sore, tim juga mencatat adanya gempa vulkanik sebanyak 3 kali di Gunung Kelut di kedalaman 0,5 sampai 5 kilometer di bawah permukaan kawah.
Menurut Umar, jika Gunung Kelut meletus, dampak letusannya merupakan yang paling berbahaya dibanding 17 gunung berapi lainnya di Pulau Jawa. Hal itu disebabkan karena lokasi pemukiman warga sekitar Gunung Kelut sangat dekat dengan kawah, hanya berjarak sekitar 3,5 kilometer.
"Padahal jika terjadi letusan, kekuatan lontarnya bisa mencapai radius 10 kilometer. Tapi kami mohon masyarakat tetap tenang dan menunggu instruksi kami," kata Umar.
Gunung Kelut, ujar dia, memiliki perbedaan dengan gunung berapi aktif lainnya, khususnya berkait dengan tanda-tanda akan terjadinya letusan. Gunung berapi aktif lain tanda letusannya sangat kronologis, mulai dari terjadinya gempa vulkanik dalam, gempa vulkanik luar, tremor kemudian disusul letusan. Namun, di Gunung Kelut bisa saja tidak seurut itu.(DWIDJO U. MAKSUM)





