|
Horta Minta KKP Abaikan Suara PBB
Jum'at, 21 September 2007 | 21:36 WIB
TEMPO Interaktif, Denpasar:
Presiden Timor Leste Ramos Horta meminta Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) tidak perlu mempedulikan suara-suara yang mengatasnamakam Perserikatan Bangsa-Banggsa (PBB). Pihak Timor Leste sebagai salah-satu pemberi mandat, katanya, akan menolak setiap desakan untuk merubah kerangka acuan yang mendasari kerja Komisi.
”Itu bukan suara resmi PBB melalui Majelis Umum dan Dewan Keamanan. Itu PBB partikelir,” kata Horta, seperti ditirukan Ketua Komisi dari Indonesia, Benjamin Mangkoedilaga, usai pertemuan di ruang VIP Bandara Ngurah Rai Denpasar, kemarin.
Menurut Horta, kredibilitas hasil kerja KKP tergantung pada penerimaan pemerintah Timor Leste dan pemerintah Indonesia sebagai negara pemberi mandat. Jadi pihak lain, termasuk dari Amerika Serikat, “Tidak bisa mempersoalkan keberadaan KKP.”
Pernyataan Horta itu disampaikan terkait dengan keberatan dari pihak PBB untuk mengizinkan sejumlah pejabatnya yang bertugas di Timor Leste saat Jajak Pendapat 1999 untuk memenuhi undangan dengar pendapat yang akan digelar KKP.
Alasannya, kerangka acuan KKP dianggap menyalahi sejumlah ketentuan internasional. PBB keberatan dengan adanya kemungkinan pemberian amnesti kepada pelaku pelanggaran hak asasi manusia selama proses pemisahan Timor Leste dari Indonesia itu. Rofiqi Hasan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|