Presiden Nilai Harga Barang Masih Wajar

Sabtu, 22 September 2007 | 13:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai harga bahan pokok masih wajar. "Pada tingkat ini masih dalam keadaan wajar," kata Yudhoyono usai meninjau Pasar Raya Kramat Jati, Sabtu.

Namun, jika kenaikan harga tidak wajar, Presiden memastikan pemerintah, termasuk Badan Urusan Logistik, akan melakukan tindakan. "Terutama pada komoditas utama beras, gula minyak tanah, dan minyak goreng," katanya.

Yudhoyono juga menjelaskan bahwa dalam hukum ekonomi, harga akan naik jika permintaan naik dan jumlah barang tetap. Begitupun sebaliknya. "Tiap lebaran memang ada kenaikan harga sembako," kata Yudhoyono. Dari peninjauan Presiden hari ini, ada sejumlah barang yang harganya stabil, naik, ada juga yang turun.

Pedagang sayur mayur dipersilakan menaikkan harga oleh Presiden. "Kalau sayur mayur kan pedagang kecil, setahun sekali kalau dapat rejeki lebih saya kira baik-baik saja," kata Yudhoyono. Namun, ia menegaskan meski pedagang mendapat rezeki, rakyat tetap bisa membeli.

Mekanisme pasar inilah yang dipadukan dengan apa yang dilakukan pemerintah. "Khusus minyak goreng ada kecenderungan komoditas CPO ini dijual di luar negeri," kata Yudhoyono. Oleh karena itu pemerintah memberlakukan pajak ekspor, "Dengan harapan minyak goreng lebih banyak lagi beredar di dalam negeri sehingga harganya bisa turun atau stabil," kata Yudhoyono.

Presiden juga meminta pengurus pasar untuk selalu menjaga dan mengontrol keamanan. Ia mengingatkan kebakaran di Pasar Turi jangan sampai terjadi lagi.

Yudhoyono juga meminta pengurus pasar untuk menjaga kebersihan karena apa yang dijual di pasar akan dimakan oleh keluarga. "Dan arus listriknya termasuk kebersihan yang sudah bagus dipertahankan, yang belum baik diperbaiki," kata Yudhoyono. FANNY FEBIANA






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: