Komisi Nasional Flu Burung Dukung Rencana Otopsi Korban
Senin, 24 September 2007 | 16:33 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Komite Nasional Pengendalian Flu Burung mendukung gagasan Menteri Kesehatan untuk mengotopsi para korban flu burung yang meninggal.
Sekretaris Komite, Bayu Krisnamurthi mengatakan, otopsi ini sangat penting untuk mengetahui secara pasti penyebab penderita flu burung yang meninggal. "Selama ini belum diketahui secara pasti, hanya menduga-duga saja, bagaimana pasien bisa sampai meninggal," katanya usai rapat dengan Menteri Kesehatan di Gedung Departemen Kesehatan, Senin.
Departemen Kesehatan, kata Bayu, memiliki wewenang untuk mengotopsi korban. Tapi, ia tak mengetahui secara pasti soal perlunya koordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan hal itu. Selama ini, otopsi lebih banyak dilakukan untuk perkara kriminal.
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari melontarkan ide mengotopsi para korban flu burung saat pelantikan Tim Identifikasi Korban Bencana, Kamis lalu. Otopsi, kata Siti, diperlukan terutama untuk penyakit-penyakit baru supaya diperoleh kejelasan soal penyebab dan akibatnya.
Menurut Bayu, banyak pakar flu burung juga telah merekomendasikan otopsi. Tapi, otopsi memang agak sulit dilakukan karena menyangkut etika, nilai sosial, dan agama di masyarakat yang cenderung menolak otopsi. Karena itu, diperlukan kesediaan para keluarga korban supaya otopsi bisa dilakukan. PRAMONO





