Megawati: Pandang Jernih Larangan Pakai Helikopter TNI
Selasa, 25 September 2007 | 11:55 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Gagal mengunjungi korban gempa di Kepulaun Mentawai, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tetap menginstruksikan posko kesehatan Badan Penanggulangan Bencana PDI Perjuangan tetap melayani korban musibah gempa.
Megawati meminta semua pihak arif memandang jernih persoalan larangan menumpang helikopter TNI. “Biarlah kasus ini terjadi, toh maksud kedatangan saya hanya membawa bantuan bagi saudara kita di Mentawai. Apalagi Baguna sudah membuka posko bantuan paling awal di sana,” kata Megawati lewat pernyataan tertulis pada Selasa (25/9).
Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat PDI Perjuangan, Agneta Singedikane mengatakan semula Sekretaris pengurus PDI Perjuangan Sumatera Utara, Alamsyah Hamdani telah mencari cara menyewa helikopter. Agneta mengatakan mudah menyewa pesawat di Medan. Tetapi Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah tengah menggunakan helikopter, maka usaha ini gagal.
PDI Perjuangan lalu menanyakan kepada Bachtiar tentang helikopter itu. Agneta mendapat penjelasan PDI Perjuangan bisa menyewa helikopter yang tak dipakai itu.
"Pihak agen penerbangan menjanjikan rombongan Bu Mega akan menggunakan Super Puma jenis Bell berkapasitas 11 anggota rombongan, atau lima orang dengan bantuan,” kata Agneta.
Agneta menambahkan konfirmasi terus dilakukan menjelang keberangkatan rombongan bantuan dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Ahad (23/9) hingga kedatangan Megawati di Minangkabau International Airport, Padang. Mendadak TNI Angkatan Udara, katanya, bersama Komando Resor Militer batal memberangkatkan.
Menurut Agneta bukan sekali Megawati mendapat hambatan mengunjungi korban bencana. Saat membawa bantuan kepada korban bencana tsunami Nias awal 2005 lalu, Mega diperlakukan tak simpatik oleh seseorang mengaku staf khusus presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun Agneta menolak menyebutkan staf itu.
Titis Setianingtyas





