Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Indonesia-Bank Dunia Desak Negara Maju Soal Inisiatif StAR
Rabu, 26 September 2007 | 07:42 WIB

TEMPO Interaktif, New York:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Bank Dunia Robert B Zoellick mendesak negara-negara maju ikut mencegah pusat keuangan dunia menjadi tempat penyimpanan hasil korupsi yang dicuri dari negara-negara berkembang.

Desakan ini dikeluarkan saat kedua pemimpin tersebut bertemu disela-sela sidang ke 62-Majelis Umum PBB di New York, Selasa (25/9) waktu setempat.

Desakan tersebut merupakan bagian pembicaraan menindaklanjuti inisiatif Stolen Asset Recovery (StAR). Isu tersebut adalah salah satu isu yang dibahas oleh kedua pemimpin dalam pertemuan tersebut. Selain isu tersebut, juga dibahas kepemimpinan Indonesia di bidang lingkungan dan perubahan iklim dan kemitraan strategis Bank Dunia di Indonesia.

Dalam situs kepresidenan disebutkan kedua pihak menegaskan inistiatif StAR adalah program yang inovatif dan unik. Melalui StAR, negara berkembang dan maju dimungkinkan mendapatkan manfaat dalam konteks implementasi Konvensi PBB mengenai pemberantasan korupsi (United Nations Convention Against Corruption - UNCAC) 2003.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan Pemerintah Indonesia ingin berpartisipasi dalam inisiatif StAR untuk memperkuat kemampuan mengimplementasikannya. Ketentuan ini mengatur soal pengembalian aset khususnya melacak, membekukan, dan mengembalikan aset hasil korupsi. Tim Bank Dunia dan UN on Drugs and Crime akan memberikan bantuan kepada Indonesia.

Dian Yuliastuti

Dari Arsip Majalah TEMPO
Jembatan Politis Suramadu  | 19 Juli 2004
Bangkitnya Raksasa Lapar  | 12 Juli 2004
Lawatan Tiga Jam yang Merepotkan | 20 Oktober 2003
Juru Runding Suu Kyi  | 22 September 2003
Tegak di Barat, Menapak ke Timur  | 23 Pebruari 2004
Rp 2,4 Miliar untuk Kunjungan Megawati  | 23 Juni 2003
Mengapungkan Reaktor Nuklir  | 26 Mei 2003
Presiden Jumpa Pangab Singapura  | 24 Pebruari 2003
Gus, Pergilah ke Amerika!  | 27 Januari 2003
Hassan Wirajuda: "Indonesia yang Stabil dan Mak mur Termasuk Kepentingan Amerika Serikat"  | 01 Oktober 2001
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden Beri Kuliah Umum di Universitas Airlangga
Presiden Disambut Unjuk Rasa di Surabaya
Wakil Presiden Buka Kongres Saudagar Aceh Hari Ini
Hari ini Presiden Panen Padi Hibrida di Gorontalo
Presiden Kurangi Kunjungan ke Luar Negeri
Kalla Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Golkar-LDP
Tiro Dipastikan Tak Penuhi Undangan Kalla
Kalla Ucapkan Terima Kasih ke Finlandia Soal Aceh
Masyarakat Indonesia di Belgia Tanyakan Penggunaan Dana Tsunami
Kalla Ajak Pengusaha Belgia Berbisnis di Indonesia
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk108404 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang

<< September,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data