Mantan Ketua LBH Palembang Kaget Irawady Ditangkap

Kamis, 27 September 2007 | 10:11 WIB

TEMPO Interaktif, Palembang:
Mantan Ketua Lembaga Bantuan Hukum Palembang, Nurkholis mengaku kaget saat mendengar anggota Komisi Yudisial Irawady Joenoes ditangkap, apalagi terkait dengan kasus penyuapan.

“Kaget sekali, karena kita tahu bagaimana sepak terjang rawadi,” katanya, Kamis (29/9). Dalam catatan Nurkholis, Irawadi adalah simbol perlawan karena saat jadi jaksa dia berani membongkar kasus lahan sejuta hektar, ketika presiden Soeharto masih berkuasa Suharto.

Dia juga mengatakan belum bisa berkomentar banyak karena sejauh ini Irawady masih dalam pemeriksaan KPK. Dan dia juga belum bisa mengontak yang bersangkutan.

“Mungkin dua tiga hari, baru kita lihat hasilnya, yang terang sebagai kolega kami cukup prihatin,” kata anggota Komnas HAM ini.

Ketua Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya , Prof. Amzulian Rivai juga merasakan hal yang sama. Dia mengaku jika ke Jakarta pasti dirinya mampir ke Kantor KY dan biasanya diakhiri dengan makan siang bersama dengan Irawadi dan Mustafa, anggota KY lainnya yang berasal dari Palembang .

Namun, professor hukum itu tidak mau menduga-duga soal keterlibatan Irawadi dalam kasus ini.

Sementara rumah Irawadi Joenoes di Jalan Hangtua 24 di Palembang terlihat sepi, menurut Yanto penjaga rumah tersebut, Irawadi baru pulang ke Palembang 10 hari lalu. Yanto juga tidak mau berkomentar banyak dan meninggalkan wartawan terkait dengan penangkapan Irawady Joenos.

Arif Ardiansyah

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :