Partai Golkar Teratas
Kamis, 27 September 2007 | 19:16 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia Syaiful Mujani mengungkapkan partai yang kemungkinan akan memperoleh suara terbanyak jika pemilu diadakan hari ini adalah Golkar. "Setidaknya 19,5 persen akan memilih golkar," katanya dalam diskusi di Gedung DPR RI, Kamis (27/09).
Partai Perjuangan Demokrasi Indonesia Perjuangan, ia menambahkan, menyusul diurutan kedua dengan 16 persen suara disusul Partai Demokrat 10 persen suara. "Partai Demokrat cenderung menguat karena didongkrak popularitas Susilo Bambang Yudhoyono," katanya.
Sementara perolehan suara partai-partai Islam cenderung merosot. Partai Kebangkitan Bangsa, ia mencontohkan, hanya dipilih 6 persen suara. Padahal pada pemilu 2004, Partai Kebangkitan Bangsa dipilih 10 persen pemilih. Begitu juga dengan Partai Keadilan Sejahtera yang dipilih hanya 4 persen dan Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Amanat Nasional masing-masing 3 persen.
Anjloknya suara partai Islam, kata dia, disebabkan karena persaingan yang terjadi diantara partai-partai Islam sendiri. Partai Islam lebih suka bersaing dengan partai Islam. "PKB misalnya lebih suka besaing dengan PAN atau PKS daripada bersaing dengan Golkar atau PDIP," katanya.
Selain itu ia juga menyoroti loyalitas pemilih masing-masing partai politik sejak pemilu 2004. Menurut survey, kata dia, pemilih yang mencoblos partai Golkar pada 2004 kemungkina besar akan kembali mencoblos Golkar pada pemilu 2009. "70 persen tetap memilih golkar dan 11 persen akan memilih partai lain," katanya.
Loyalitas simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan juga tinggi. 79 persen pemilih partai ini pada 2004 akan kembali mencoblos partai berlambang banteng ini pada pemilu 2009 nanti. "Jumlah suara yang akan mencoblos partai lain tidak akan lebih dari 6 persen," katanya.
Hal serupa juga akan terjadi pemilih Partai Kebangkitan Bangsa. Sekitar 73 persen dari pemilihnya pada 2004 lalu akan kembali memilih partai ini pada pemilu 2009 nanti. Suara yang akan pindah ke partai lain, "Sekitar 6 persen," katanya. Dwi Riyanto Agustiar






Komentar Anda :