Pemerintah Siap Menerima Tim dari Bank Dunia

Kamis, 27 September 2007 | 20:20 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah telah memiliki tim yang akan menerima tim dari Bank Dunia untuk membahas apa yang dibutuhkan Indonesia dalam mengejar aset negara yang dicuri. ?Tim kami adalah tim interdept yang terdiri dari Departemen Luar Negeri, Kejaksaan Agung, Komisi Pemberantasan Korupsi, PPATK, Kepolisian RI, dan Departemen Keuangan,? kata Direktur Perjanjian Internasional, Keamanan, dan Kewilayahan Departemen Luar Negeri Arif Havas Oegroseno ketika dihubungi Tempo di Jakarta, Kamis (27/9).

Tim ini, kata Havas, sebenarnya adalah tim yang dipersiapkan untuk Konferensi Anti Korupsi Internasional. Pertemuan kedua konferensi ini akan diadakan di Bali pada 28 Januari hingga 1 Februari 2008. ?Target kami, sebelum konferensi kedua itu, kami sudah siap dengan comprehensive programme untuk kerja sama Stolen Asset Recovery (StAR) ini,? kata Havas.

Tim ini juga, kata Havas, sebenarnya sudah melakukan pertemuan dengan Bank Dunia dan UNODC di Washington DC. Saat itu, tim ini sebenarnya datang untuk melakukan pertemuan membahas Mutual Legal Assistance dengan Amerika Serikat. ?Saat itu kami sampaikan secara umum apa yang kami butuhkan dan apa yang ditawarkan World Bank,? kata Havas.

Menurut Havas, tim yang terdiri dari enam lembaga dan departemen ini akan membahas kebutuhan jangka menengah dan panjang yang dibutuhkan oleh Indonesia. Sebelumnya, juru bicara kepresidenan Dino Patti Djalal mengatakan bahwa tim dari Bank Dunia akan datang ke Indonesia untuk membahas apa yang dibutuhkan dalam kerja sama StAR. FANNY FEBIANA






Komentar Anda

Kirim