Bekas Gembong GAM Ditembak Polisi
Minggu, 30 September 2007 | 22:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bekas pengumpul keuangan untuk Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Irfansyah, 37 tahun, ditembak polisi, Minggu sore ini sekitar pukul 17.00 Wib.Petugas kepolisian dari Markas Besar Polri (Mabas Polri) Jakarta menembak pangkal paha kanan Irfansyah di rumah kontrakannya di RT 05/09, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kosambi, Kota Cirebon.
Menurut Kasatreskrim Polresta Cirebon, AKP Wiempianto, dua tahun lalu Irfansyah alias Rusli bin Abdul Gani masuk daftar pencarian orang (buron). Ia jadi tersangka dalam sejumlah kasus di Aceh seperti pembunuhan dan penculikan warga negara asing. Terakhir, Irfansyah dituduh telah melakukan tindak perompakan di Selat Makasar. "Ia sudah berada di Kota Cirebon sejak tiga bulan lalu", kata Wiempianto.
Berdasarkan informasi buronan bersembunyi di Cirebon, petugas dari Mabes Polri yang dipimpin AKP Setiawan meluncur ke Cirebon pada Sabtu(29/9) malam. "Tersangka tergolong licin," ujarnya.
Namun Irfansyah membantah tuduhan telah membunuh dan menculik warga negara asing. Ia hanya mengaku melakukan perompakan beberapa tahun lalu. Hasil rompakan itu digunakan untuk menghidupi para tentara GAM.
Lelaki asal Sigli, Aceh ini mengaku meninggalkan negeri Serambi Mekah setelah penandatanganan perdamaian pemerintah Indonesia dengan GAM. Dan , kemudian memilih tinggal di kota Cirebon."Tapi istri dan putra saya masih tinggal di Aceh," ujarnya.
Tetangga Irfansyah, Ana, 24 tahun, mengaku mendengar satu kali tembakan pada Minggu sekitar pukul 16.00 Wib. Suara tembakan terdengar seperti petasan. Setelah itu ia melihat seseorang berambut gondrong menggendong seseorang dan dimasukkan ke dalam mobil. "Mungkin yang digendong itu Pak Irfan. saya tidak tahu pasti, karena saya mengintip dari jendela rumah," kata Ana.
Selama tinggal di rumah kontrakan, kata Ana, Irfansyah dikenal pria yang sopan namun jarang bergaul. Kalau bicara ia menggunakan logat Padang. Ana tidak tahu banyak soal aktivitasnya. Setahunya, Irfansyah di rumah pada siang hari, sedangkan di malam hari ia jarang di rumah.Buronan polisi ini punya mobil jenis vios berwarna merah jambu bernomor polisi B 8837 FP.
Setelah penangkapan Irfansyah, menurut Setiawan, aparat Mabes Polri masih melakukan pencarian terhadap tersangka lainnya yang masuk ke dalam jaringan perompakan.
Ivansyah/Sandy IP





