Pemerintah Akan Keluarkan Buku Sejarah Baru
Senin, 01 Oktober 2007 | 14:08 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan segera mengeluarkan buku sejarah baru menggantikan buku sejarah SMP dan SMA yang telah ditarik dari peredaran. Saat ini pemerintah masih menyelesaikan proses penulisan buku sejarah yang lebih sesuai dengan perundang-undangan.
"Proses penilaian dari Badan Standar Nasional Pendidikan sudah selesai. Tinggal menunggu itu saja," kata Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo di Monumen Pancasila Sakti, Senin.
Sebelumnya, pemerintah menarik buku sejarah yang tidak mencantumkan kata 'PKI' di belakang Gerakan 30 September. Pemerintah menganggap tidak dicantumkannya kata PKI sebagai penyembunyian fakta yang sebenarnya.
Bambang mengakui ada protes dari kalangan masyarakat yang mengatakan adanya pelencengan dari buku sejarah. "Lalu kami cek, dan ternyata betul. Ada buku-buku yang tidak memaparkan sejarah sebagaimana adanya, dan itu bertentangan dengan Ketetapan MPR," kata Bambang.
Selain itu, pemaparan buku sejarah yang ditarik itu juga bertentangan dengan produk-produk hukum yang telah menjadi hukum positif, seperti keputusan Mahkamah Militer Luar Biasa. "Dan itu yang dipegang kejaksaan untuk menarik buku dari peredaran," kata Bambang. FANNY FEBIANA





