Kalla Siap Tinggalkan Yudhoyono Pada 2009
Selasa, 02 Oktober 2007 | 22:27 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan terdapat kemungkinan berpecah kongsi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pemilihan presiden 2009. "(Bagi) Saya sendiri tentu semuanya sangat mungkin,” katanya usai berbuka bersama Partai Golkar di Hotel Santika Jakarta, Selasa (2/9).
Tetapi, katanya, partai akan menentukan hal-hal mengenai pemilihan presiden di awal 2009. “Bagaimana-bagaimananya awal 2009," ujar Ketua Umum Partai Golkar ini. Adapun terkait kemungkinan dirinya berpisah dari Yudhoyono, Golkar akan memutuskannya dalam Rapat Pimpinan Nasional tahun depan.
Meski menyatakan siap berpisah, Kalla menjamin pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu akan tetap berjalan hingga pemilu 2009. "Saya yakin dan saya jamin pemerintahan akan tetap berjalan," ujarnya. Apalagi, lanjut Kalla, dari 35 menteri hanya empat orang anggota kabinet yang saat ini memimpin partai politik.
Dari pengalaman kabinet Megawati lalu, kata Kalla, setahun sebelum pemilihan presiden, pemerintahan tetap berjalan. "Pada 2003 masih utuh, tidak ada yang meninggalkan kabinet. Jadi tidak benar itu (anggapan bahwa) pada 2008 pemerintah sudah tidak bekerja," kata dia.
Kalla mengatakan dirinya hanya butuh waktu tiga bulan untuk persiapan pemilihan presiden 2004 lalu. "Saya dengan Pak SBY baru mengumumkan pada bulan April. Pemilu Juli, menang juga," kata dia.
Acara buka puasa tersebut dihadiri mayoritas ketua fraksi dan partai politik di Dewan Perwakilan Rakyat. Bertindak selaku tuan rumah Ketua Fraksi Golkar Priyo Budi Santoso dan Sekretaris Jenderal Golkar.
Tampak hadir antara lain Ketua Fraksi Demokrat Syarief Hasan, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo, Ketua Fraksi PAN Zulkifli Hasan, Ketua Fraksi PDS Saut Hasibuan, dan Sekretaris Fraksi PKB Effendi Choirie. Sutarto, Fanny, Anton, Aqida





Komentar Anda :