Amerika Setuju Hadiri Konferensi Perubahan Iklim
Rabu, 03 Oktober 2007 | 06:28 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar mengatakan Amerika menyetujui untuk menghadiri Konferensi Para Pihak XIII UNFCCC di Bali Desember mendatang. Sebelumnya Amerika merasa dirugikan dengan adanya konferensi Bali karena negaranya merupakan penyuplai seperempat emisi karbon dunia. Selain itu, kata Rachmat, Amerika mengaku rugi USD 440 miliar per tahun jika harus mengurangi emisi karbon seperti yang dicantumkan dalam kyoto protokol.
Kehadiran Indonesia memenuhi undangan Bush 28 September lalu di Washington selepas mengikuti High Level Event on Climate Change di New York sempat membuat khawatir negara Forest 11, Uni Eropa dan LSM Internasional. "Mereka khawatir Indonesia akan disetir Amerika dalam Konferensi di Bali Desember mendatang," ujar Rachmat. Tapi, ternyata dengan kedatangan Indonesia, Amerika akhirnya setuju untuk menghadiri konferensi Bali.
Isu perubahan iklim mendapat perhatian besar dari Bush karena mendapat tekanan dari Partai Demokrat untuk berpartisipasi mengurangi emisi karbon. Langkah ini dianggap maju karena selama ini Amerika dianggap tidak mau terlibat dalam pemanasan global.
Sejumlah Analis politik kata Rachmat, memperkirakan dalam dua tahun peta perpolitikan akan berubah terkait dengan perubhan iklim karena masa jabatan George bush dan John Howard akan habis. amandra mustika megarani





