Semua Anggota DPRD Yogya Nglencer ke Luar Jawa
Rabu, 03 Oktober 2007 | 12:13 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menjelang lebaran, seluruh anggota DPRD Provinsi DI Yogyakarta melakukan kunjungan kerja (kunker) ke luar pulau Jawa. Sejumlah kalangan menduga, kunker DPRD menjelang lebaran merupakan upaya para wakil rakyat mencari THR (tunjangan hari raya) model baru. Sebab untuk lebaran 2007 ini, THR bagi anggota DPRD DIY belum ada kepastian.
"Kami dan rombongan datang ke sini untuk koordinasi masalah Kelompok Kerja Pendidikan DIY. Tapi tak ada satupun anggota DPRD yang di kantor. Ternyata semua anggota DPRD sedang kunjungan kerja. Ini jelas memprihatinkan. Masa 55 anggota DPRD melakukan kunjungan kerja secara bersamaan," kata Koordinator Forum LSM Yogyakarta, Unang Shio Peking yang datang ke kantor DPRD DIY Rabu (3/10).
Menurut Unang yang datang ke kantor DPRD DIY bersama tujuh orang anggotanya, kunker DPRD ke luar Jawa menjelang lebaran merupaja upaya mencari THR. Apalagi, kata dia, semua kunker dilakukan ke luar pulau Jawa.
"Gagal bertemu anggota DPRD, akhirnya kami menemui staf Sekretarian DPRD. Mereka mengatakan para anggota DPRD melakukan kunjungan selama sepakan. Bayangkan saja, setiap anggota DPRD pasti akan mendapat uang saku, akomodasi dan sebagainya dalam jumlah yang lumayan karena kunker dilakukan di luar Jawa," kata Unang.
Sementara anggota Parlemen Watch Yogyakarta, Baharuddin menambahkan, selama ini masyarakat tidak yakin kunker yang dilakukan DPRD berdampak positif bagi masyarakat. Bahkan sebaliknya, kata dia, kunker DPRD hanya pemborosan karena didanani oleh APBD.
Anggota DPRD DIY, Afnan Hadi Kusumo saat dikonfirmasi tengah berada di Pontianak Kalimantan Barat. Afnan bersama rombongan komisi D DPRD DIY, mengaku melakukan kunjungan untuk studi banding tentang penanganan perdagangan manusia dan penanganan penyebaran penyakit AIDS/HIV.
"Kunker DPRD sudah diatur dalam peraturan perundangan sehingga pelaksanaan kunker oleh DPRD Provinsi DIY tidak tidak melanggar aturan. Hanya saja, pelaksanaan kuker memang harus jelas maksud dan tujuannya. Out put yang dihasilkan juga harus berdampak positif bagi masyarakat," kata Afnan.
Di Kantor DPRD DIY di Jalan Malioboro memang tidak ada satupun anggota DPRD yang masuk kantor. Di ruang fraksi PKS, misalnya, hanya ada petugas administrasi. Sementara enam orang anggota fraksi PKS, semuanya mengikuti kunker. "Semuanya ikut kunjungan," kata Agus, staf adminstrasi Fraksi PKS DPRD DIY.
Informasi yang dihimpun, DPRD DIY terbagi dalam empat komisi. Komisi A, sejak tanggal 1 - 6 Oktober, melakukan kunjungan kerja ke Bali. Komisi B, mulai tanggal 2-7 Oktober melakukan kunjungan kerja Nusa Tenggara Barat. Komisi C mulai 1-6 Oktober melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Riau (Kepri) dan Komisi D, mulai 2-7 Oktober melakukan kunker ke Pontianak Kalimantan Barat. syaiful amin
Komentar Anda
- Kunker Sangat Memprihatinkan
Wah-wah kunker bisa jadi piknik bersama neh......... Masa bisa-bisanya kunker dilakukan berjamaah sampe-sampe g ada anggota DPRD yang dikantor, n ni benar-benar pemborosan.........
Pengirim : marlina ayu di jogja





