Negara Lain dilarang Gelar Pasukan di Selat Malaka
Rabu, 03 Oktober 2007 | 13:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Indonesia tidak menginginkan kehadiran pasukan asing, selain dari Singapuran dan Malaysia di Selat Malaka. "Negara lain hanya boleh membantu peralatan, seperti radar pantai," ujar Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, usai acara gladi bersih peringatan Hari Ulang Tahun TNI ke-62 di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (3/10).
Dia memberi contoh, Pemerintah Jepang juga memberikan bantuan kapal patroli. Negara matahari terbit itu, tidak mengerahkan pasukan khusus untuk mengamankan kawasan yang menjadi urat nadi perekonomian dunian ini. "Jadi (bantuan mereka) hanya dalam bentuk capacity building," ujarnya
Bantuan jepang itu, kata Djoko, masih akan dikoordinasikan, apakah akan dioperasikan oleh Angkata Laut atau Badan Koordinasi Keamanan Laut. "(Bantuan itu) baru datang Desember nanti," ujarnya.
Pengamanan berupa patroli bersama yang dilakukan secara rutin dengan dua negara itu, dinilai cukup. "Ketiga negara sangat konsern menjaga (wilayah ini)," kata Djoko.
Raden Rachmadi





