Tempo malam ini (Kamis, 4/10).">
close

Kepala Lapas Batu Bantah Eksekusi Amrozi Digelar Malam Ini

Kamis, 04 Oktober 2007 | 22:29 WIB

TEMPO Interaktif, Semarang:
Kepala Lembaga Pemasyarakatn Kelas II Batu, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Sudijanto membantah adanya kabar yang mengatakan bahwa terpidana Bom Bali II Amrozi dan kawan-kawan akan dieksekusi malam ini.

"Itu tidak mungkin dan saya membantah adanya kabar akan ada eksukusi itu," kata Sudijanto di Semarang kepada Tempo malam ini (Kamis, 4/10).

Sujianto mengaku tidak tahu-menahu mengenai asal kabar itu. "Saya belum mendengar sama sekali. Saya mendengar baru kali ini tentang kabar itu," katanya.

Sujianto mengatakan, sesuai dengan aturannya, sebelum eksekusi mati dilaksanakan harus ada beberapa persyaratan yang mesti dipenuhi. Sujianto mencontohkan syarat seperti harus ada pemberitahuan minimal dua kali 24 jam sebelum eksekusi. Syarat lain, kata dia, adalah harus ada persiapan tim dokter dan rohaniawan. "Lha, ini belum ada persiapan sama sekali," katanya.

Melihat kenyataan seperti itu, Sujianto menegaskan, "Tidak mungkin (eksekusi dilaksanakan malam ini".

Sebagai kepala LP Batu, tempat Amrozi dan kawan-kawan saat ini ditahan, dirinya seharusnya tahu akan ada ekseskusi. Bahkan, malam ini Sujianto mengaku berada di Semarang.

Amrozi menjadi terpidana mati kasus bom di Bali pada 2002 bersama dua terpidana lain: yakni kakaknya, Ali Gufron alias Muklas; dan Imam Samudra. Mereka sempat meringkuk di tahanan Kerobokan, Denpasar. Tapi kini ketiganya ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Batu, Nusakambangan, Jawa Tengah, sejak Oktober 2005. Rofiuddin/Sohirin

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda [20] :

  • Psikopat

    Akhirnya 3 psikopat di eksekusi mati.
    Hukum akhirnya ditegak kan di RI. Mari kita lawan ideologi sesat yang menyengsarakan banyak korban dan keluarga korban yang tidak berdosa

  • Jadikan pelajaran hidup jadi pengalaman yg manfaat

    Menurut saya,kebanggaan atas sebuah kemenangan tidak berarti bahwa semua persoalan hidup selesai, kemarahan atas sebuah kesakitan berarti kita harus salin mendendam terhadap yang lain, karena yang paling penting adalah bagaimana kita mengubah pelajaran hidup hari ini menjadi pengalaman bagi kita, agar kalau boleh kita jangan sampai berlebihan keta senang atau berlebihan kita dendam akhirnya membuat kita tidak berkembang secara aklak dan budi pekerti. Karena perlu kita sadari bahwa hal yang paling penting bagi bangsa kita atau khusus bagi perkembangan moral kita adalah mengamalkan yang kita yakini benar dan kita praktekan apa yang kita anggap benar tapi kita harus menghindari kekerasan yang membawa akibat kita menyakiti orang lain atau sesama kita. Apabila kita sakiti orang lain maka kesempurnaan iman dan tagwa kita kepada Tuhan tidak akan sempurna dan percaya atau tidak percaya semua yang kita anggap baik menurut kita belum tentu baik menurut Tuhan. Untuk itu kasihilah sesamamu seperti dirimu sesndiri dan jangan menghakimi seseorang kalau diri kita belum pernah bisa menghakimi diri kita atas segala kesalahan atau dosa - dosa kita kepada Tuhan. semoga toubat kita membawa rizki yang dapat berkenang di hadapan Tuhan. Amin

  • Keanehan eksekusi amrozi cs

    knp bsa eksekusi tpm amrozi cs selalu ditunda..
    kalau hanya alasan kejiwaan atau pun keluarga itu tidak terlalu menghalangi..
    kita tidak tahu apa yg amrozi lakukan selama di dalam penjara????
    mungkin amrozi bisa mati tp ingat anak.cucu.dan kaki tangan amrozi masih ada.

  • Tempointeraktif.com

    Dunia Ini panggung sandiwara ceritanya....ceritanya adalah si kambing hitam....lempar batu sembunyi tangan.....demi kemenangan.... korban sikambing hitam.....amatin saja Dua AdiDaya sekarang tinggal satu2nya.... WAHAEE... SODARA2KU JANGANLAH MUDAH TERHASUT DARI KEGIATAN DAN IMING2 YANG SEKIRANYA TIDAK WAJAR ATAU MENYIMPANG DARI JALUR TELITIHLAH SEBELUM MENJALANKAN(BERBUAT)JADI TIDAK TERJERUMUS.SEKARANG YANG TERTAWA SILEMPAR BATU SEMBUNYI TANGAN HA... HA... HA... AKU MENANG......!

  • Bingung

    knp sih hukum di negara indonesia masih suka maju mundur?
    bingung y dengan hukum yang ada di negara ini????
    apa emang g' bisa memberi keputusan?
    makanya tegakkan kayak hukum islam.
    hukum yang g' pandang bulu.
    salah y salah.
    bener y bener.

1 2 3 4
Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan