Kondom Perempuan Belum Dijadikan Prioritas

Senin, 08 Oktober 2007 | 16:49 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung:Sekretaris Utama Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Sudibyo Alimoeso mengatakan pihaknya belum memprioritaskan penggunaan kondom bagi peserta KB. "Anggaran kami terbatas," ujar Sudibyo di Banjaran Kabupaten Bandung, Senin.

Menurut dia, ongkos produksi kondom untuk
perempuan masih lebih mahal dibandingkan dengan kondom
pria. Akibatnya, harga jual kondom perempuan masih mahal. "Harganya sepuluh ribu rupiah per buah," ujarnya.

Selain itu, kata dia, keputusan untuk menggunakan alat
kontrasepsi pada pasangan usia subur, masih didominasi
oleh perempuan. Dengan begitu, kata Sudibyo, pihaknya
menawarkan penggunaan kondom bagi pria. "Kami ingin
para suami turut aktif membuat keputusan memasang alat
kontrasepsi yang diinginkan,"

Direktur PT Mitra Rajawali Banjaran, produsen alat
kontrasepsi, Maizal Yusuf membenarkan pernyataan
Sudibyo. Menurut Maizal, dari hasil riset yang mereka
lakukan, mayoritas pria peserta KB yang menggunakan kondom berusia 20 - 29 tahun. "Penghasilan di usia ini masih masuk menengah ke bawah," katanya.

Selain itu, jika ingin memproduksi kondom untuk perempuan, pihaknya harus menyiapkan mesin-mesin
baru yang harganya mahal. "Lagipula, belum tentu
perempuan mau menggunakannya," kata Maizal. Rana
Akbari Fitriawan






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: