Indonesia Raih Satu Emas di Olimpiade Astronomi Internasional

Selasa, 09 Oktober 2007 | 12:51 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tim Indonesia berhasil meraih satu emas dan tiga perunggu dalam Olimpiade Astronomi Internasional yang berlangsung di Simeiz, 105 km dari ibukota Crimea, Simferopol, 2 September - 7 Oktober lalu. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Suyanto mengatakan prestasi Indonesia kali ini lebih baik dibandingkan tahun lalu ketika Indonesia tidak memperoleh medali emas.

Selama ini, kata dia, astronomi hanya disebutkan dalam beberapa mata pelajaran seperti Geografi dan Ilmu Bumi. Ia mengingatkan empat peraih medali dari lima peserta untuk mempertahankan prestasi yang telah diraih.

Suyanto mengatakan pihaknya akan memberikan jaminan beasiswa kepada peraih medali hingga lulus sarjana (strata 1). Peraih medali, kata dia, tidak harus mengikuti tes untuk memasuki jenjeng pendidikan berikutnya. Selain itu, Suyanto, menjanjikan Rp 20 juta untuk peraih emas dan Rp. 10 juta untuk peraih perunggu.

Zefrizal Nanda Mardani dari SMP Negeri 1 Trenggalek Jawa Timur memperoleh emas untuk kategori junior (SMP). Sementara Anas Maulid Utama dari SMP Negeri 1 Sumenep, Jawa Timur dan Veena Salim dari SMP Methodist 3 Medan, Sumatera Utara memperoleh dua perunggu untuk kategori Junior. Teguh Santoso Lembono dari SMA St. Aloysius Sultan Agung Bandung, Jawa Barat menjadi satu-satunya peraih perunggu untuk kategori senior (SMA). Peserta Hizbullah Azis Jabbar dari SMAN 1 Yogyakarta gagal memperoleh medali perunggu karena kekurangan 0,8 dari skor minimum.

Kelima peserta ini terpilih melalui seleski jalur berprestasi Olimpiade Sains Nasional 2006. Sebelum berangkat ke Crimea, para peserta mengikuti pelatihan selama dua setengah bulan di Institut Teknologi Bandung, dan Observatorium Boscha, Jawa Barat. Lima peserta didampingi oleh dua pemmpin tim (team ledaer dan satu pengamat dari Depdiknas berangkat pada 27 September dan kembali ke tanah air kemarin (8/10) pkl. 10.00.

Suryadi Siregar, Pemimpin Tim Olimpiade Astronomi Internasional menyebutkan tiga aspek yang dijadikan dasar penilaian yaitu teori, observasi dan tes praktik. Indonesia sendiri, kata dia, menempati peringkat ke 8 dari 23 negara yang mengikuti ajang ini. Adapun peringkat pertama hingga ketujuh diperoleh Korea Selatan, Iran, India, Serbia, China, Rusia dan Bulgaria.Suryadi menambahkan tahun 2008, Olimpiade Astronomi Internasional akan diadakan di Bandung, pada bulan Agustus. amandra mustika megarani

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :