Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Istri Diplomat Indonesia Diperlakukan Kasar
Rabu, 10 Oktober 2007 | 11:47 WIB

TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur:

Musliana Nurdin, istri Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia, Imran Hanafi, membantah pernyataan organisasi Rela Malaysia yang menyebut mereka tidak bertindak kasar. Menurut Musliana kepada Tempo Newsroom, dia diperlakukan layaknya pendatang haram. "Setelah saya tunjukan kartu diplomatik, anggota Rela menyiram kartu itu dengan air. Alasannya untuk memeriksa keasliannya," kata Muslina kepada Tempo kemarin.
Menurut Musliana lagi, angota Rela yang memeriksanya mengajak ke sebuah tempat yang tidak jauh dari tempat ia diperiksa. Di situ,sudah ada beberapa orang pendatang asing ilegal yang duduk jongkok setelah terbukti tidak mengantongi izin tinggal yang sah di negara itu. "saya sempat disuruh duduk jongkok bersama mereka. Tentu saya menolak dan bantah keras serta meyakinkan mereka bahwa saya bukan pendatang ilegal tetapi memiliki dokumen lengkap," jelasnya.
"Bahkan saya pertanyakan, kartu ini pengganti paspor apabila keluar rumah. Jadi tidak perlu bawa paspor. Iya untuk apa kita harus bawa paspor lagi," tambah Musliana dengan nada kesal karena merasa diperlakukan sewenang-wenang oleh aparat Malaysia.
Sementara itu, Direktur Hak Asasi Manusia (Suhakam) Malaysia, Datuk N Siva Subramaniam berkata Suhakam memandang serius kasus ini karena bisa mencemarkan nama baik negara. "Walaupun sikap dan perbuatan tidak baik itu tidak melambangkan semua anggota Rela, tetapi itu adalah perilaku segelintir anggota Rela jelas memburukkan nama negara," paparnya.

T.H. Salengke/TNR

Dari Arsip Majalah TEMPO
TNI Pasca- Ambalat | 28 Maret 2005
Memilih Jalan Damai | 21 Maret 2005
Wilayah Maritim Tidak Ditentukan oleh Lobi Perusahaan Minyak | 14 Maret 2005
Malaysia Tak Bersikap sebagai Tetangga Baik | 14 Maret 2005
Tsunami Lebih Ramai | 14 Maret 2005
Ganyang Malaysia, Selamatkan Siti Nurhaliza | 14 Maret 2005
Memburu Emas Hitam | 14 Maret 2005
Datuk, di Laut Kita Adu gertak | 14 Maret 2005
Adu Gertak di Ambalat | 14 Maret 2005
Stambul Ambalat | 14 Maret 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

RELA Bantah Bertindak Kasar pada Istri Diplomat Indonesia
Ditemukan Bukti Lagu ”Rasa Sayange” Asli Indonesia
Indonesia Tak Bisa Klaim Lagu Rasa Sayange
Telekom Malaysia Berhad Lakukan Pemisahan LIni
Advokat Malaysia Demo Pemerintah
Malaysia Selidiki Dugaan Korupsi di Kejaksaan Agung
TKI Disiksa Majikan Malaysia
Polisi Malaysia Tembaki Demonstran
Mahasiswa Makassar Tolak Kedatangan Wakil PM Malaysia
Mahathir Mohamad Stabil
> selengkapnya...

Referensi

Panas Jakarta-Kuala Lumpur
Kemarahan Setelah Pengeroyokan
Negara Berpagar Belasan Ribu Pulau
Ladang Minyak yang Diperebutkan Dua Negara
Babak Baru Sengketa Negeri Serumpun
Perimbangan Kekuatan Indonesia-Malaysia
Pulau-pulau kecil
ARMADA
Tumpang tindih lahan minyak

Website

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
The ASEAN Secretariat

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [6]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk109349 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Polisi Duga Ada Penyimpangan BBM di Jambi
Banjir, Longsor dan Puting Beliung Landa Balikpapan, 2 Tewas
Peringkat idA Minus Buat Trimegah dan Obligasinya
Eksepsi Burhanuddin Abdullah Ditolak
Partai Lolos Verifikasi Tak Punya Pengurus

<< October,2007>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data