12 Orang Menjadi Buta Setiap Menit
Jum'at, 12 Oktober 2007 | 14:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Badan Kesehatan Dunia (WHO), memperkirakan setiap menit ada 12 orang di dunia, empat di antaranya berasal dari Asia Tenggara, menjadi buta.
Siaran pers Departemen Kesehatan, Kamis (11/10), menyebutkan, sekitar 40-45 juta orang di dunia mengalami kebutaan tiap tahun, sepertiganya berada di Asia Tenggara.
Untuk kasus pada anak, setiap menit ada satu anak menjadi buta. Sedangkan pada balita, Badan Kesehatan memperkirakan ada 1,4 juta balita mengalami kebutaan. Dari jumlah itu, tiga perempatnya berasal dari daerah miskin di Asia dan Afrika.
Menurut Badan Kesehatan Dunia, 3,9% kebutaan disebabkan oleh kebutaan pada masa anak-anak (chilhood blindness). Masalah kebutaan pada anak merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang dihadapi oleh negara-negara berkembang seperti Indonesia. Beberapa penyebab kebutaan pada anak adalah defisiensi vitamin A, dan kelainan kongenital, dan infeksi neonatorum.
Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan, Sri Astuti, menyatakan 1,5 persen penduduk Indonesia (atau sekitar 3,3 juta orang) mengalami kebutaan tiap tahun. Angka kebutaan di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara. Posisi kedua, ditempati Bangladesh (1%), India (0,7%), dan Thailand (0,3%). “Sebagian besar masyarakat Indonesia yang mengalami kebutaan berasal dari status ekonomi kurang mampu dan belum bisa mengakses pelayanan kesehatan,” katanya.
Menurut Astuti, penyebab utama kebutaan di Indonesia adalah katarak (0,78%). Penyebab lainnya adalah glaukoma (0,20%), kelainan refraksi (0,14%), gangguan retina (0,13%), dan Kelainan Kornea (0,10%).
Pramono





