Kecil, Peluang PDI-P Berkoalisi Dengan Demokrat

Sabtu, 13 Oktober 2007 | 15:57 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Taufiq Kiemas mengatakan, peluang PDI-P berkoalisi dengan Partai Demokrat nampaknya kecil. Taufiq beralasan, Demokrat sudah memiliki rencana sendiri.

"Mereka punya mainan tersendiri," kata Taufiq di sela-sela silaturahmi Idul Fitri 1 Syawal 1428 Hijriah di rumahnya di Jalan Teuku Umar, Sabtu (13/10).

Begitupun, kata Taufiq, partainya membuka diri bagi partai-partai lain yang ingin berkoalisi dengan PDI-P. Ia menyarankan keinginan berkoalisi itu disampaikan dari sekarang. "Karena (koalisi) akan diumumkan April 2008," kata Taufiq

Menurut Taufiq, selain pengumuman koalisi pada April 2008 nanti partai juga sudah harus memiliki calon legislatif. Itu artinya, partai yang ingin berkoalisi dengan PDI-P tidak bisa setelah pemilihan umum legislatif atau beberapa bulan sebelum pemilihan umum presiden. "Sebab setelah April 2008, konfigurasi politik akan berbeda," ujarnya. Selain itu, lanjut Taufiq, koalisi juga menyangkut pemilihan calon legislatif di daerah.

Taufiq kemudian menyebut syarat partai yang ingin berkoalisi dengan PDI-P antara lain harus setuju Negara Kesatuan Republik Indonesia, setuju Pancasila, dan setuju pluralisme.

Hingga kini, kata Taufiq, sudah tiga partai yang mengarah pada terbentuknya Koalisi Liga Nasional bersama PDI-P, yakni Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Amanat Nasional. "Kedatangan (Ketua Umum Partai Golkar) Jusuf Kalla tadi juga merupakan silaturahmi politik antar PDI-P dengan Golkar," katanya tersenyum.

Jika koalisi PDI-P dengan tiga partai terjadi, ujarnya, maka yang berhak mengajukan nama calon presiden adalah partai pemenang suara terbanyak dalam pemilu legislatif. PDI-P sendiri, kata Taufiq, telah menargetkan memperoleh lebih dari 50 persen suara dari koalisi ini.


BUDI SAIFUL HARIS






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: