Berburu Berkah Pejabat
Sabtu, 13 Oktober 2007 | 17:33 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Hari Raya Idul Fitri tidak hanya membawa berkah ibadah. Ada jenis berkah lain yang turut diburu sebagian besar penduduk lapisan bawah ibu kota, yakni berkah pemberian para pejabat.
Para pemburu berkah ini rela mengantri berjam-jam di tempat ibadah, atau di rumah para pejabat untuk mendapat selembar uang lima ribu atau makanan yang sehari-hari tak dapat mereka cicipi.
Hanya saja para pemburu berkah Lebaran tahun ini mengeluh berkah tahun ini tidak sebanyak Lebaran tahun-tahun sebelumnya. Bahkan menurut Lestari (40), beberapa pejabat tidak lagi membagi-bagi berkah Lebaran.
"Biasanya pejabat-pejabat itu ngasih, tapi tahun ini nggak, misalnya Soeharto, Try Sutrisno," kata Lestari, Sabtu (13/10).
Lestari dan puluhan warga lain telah menunggu di rumah Soeharto sejak pagi. Namum penantian mereka sia-sia setelah petugas keamanan rumah presiden kedua Indonesia itu, Mayun, mengatakan tahun ini tidak ada pembagian makanan dan uang untuk warga. "Yang ada hanya acara untuk keluarga," ujar Mayun.
Pemburu berkah Lebaran lain, Sutaryono (40), juga bercerita mengenai seretnya berkah tahun ini. Di hari pertama Idul Fitri ini, memang masih ada beberapa pejabat yang membagikan berkah. Namun jumlahnya jauh menurun dibanding tahun lalu.
"Tadi dapat dari Dirjen Pajak masing-masing Rp 20 ribu untuk 200 orang, padahal tahun kemarin Rp 25 ribu. (Di rumah) Bustanil Arifin juga, tahun kemarin Rp 10 ribu, sekarang hanya masing-masing Rp 5 ribu untuk 2000 orang," tutur Sutaryono.
Bukan hanya jumlah yang menurun. Lestari dan Sutaryono mengaku ada kejanggalan dalam beberapa pembagian berkah. Misalnya saat pembagian zakat di Masjid Cut Meutia, Menteng. Panitia meminta warga datang pagi-pagi. Namun setibanya di sana, mereka diminta menunggu hingga sore.
Ketika sore datang, panitia mengatakan pembagian zakat akan dilakukan malam harinya. Ternyata kali ini panitia tidak lagi mengundur waktu. Benar panitia membagikan zakat, "tapi yang dapat cuma yang dikenal panitia," kata Lestari.
Suasana sempat rusuh, lanjut Sutaryono. Namun petugas kepolisian berhasil mengamankan lokasi. Lestari, Sutaryono, dan seluruh pemburu berkah pun melanjutkan perjalanan. Mereka terus berkeliling kota mencari sedikit zakat tanda pembersih harta para pembesar negeri.
BUDI SAIFUL HARIS
Topik :






Komentar Anda :