Tjahjo Kumolo Nilai Koalisi Parpol Justru Hindari Yudhoyono
Senin, 15 Oktober 2007 | 10:47 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Koalisi Parpol Jauhi Yudoyono SOLO: Ketua DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengatakan meski belakangan ini semakin intensif digelar pertemuan-pertemuan di antara elit partai politik dan juga tokoh masyarakat, namun belum ada deal politik apapun. Menurut dia, koalisi strategis masih jauh karena yang ada baru sebatas penjajagan dan silaturahmi. "Kalau pun ada koalisi, mungkin baru sebatas koalisi untuk menjauhi SBY," katanya, Senin (15/10).
Menurut Tjahjo, sikap partai politik yang terkesan tidak ingin berdekat-dekatan dengan Presiden Susilo Bambang Yudoyono merupakan sesuatu yang wajar. Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI ini mengatakan partai politik terkesan menghindar bertemu dengan SBY karena semua partai politik memiliki kepentingan yang muaranya adalah pemilu dan pemilihan presiden 2009. "Dengan kegagalan selama 3 tahun ini wajar kalau partai politik mulai kritis dan menghindar dekat dengan SBY," ujar dia.
Berbagai pertemuan digelar hampir melibatkan elite partai besar dan menengah yang dilakukan menjelang lebaran lalu, namun tidak sekalipun mengajak Susilo Bambang Yudoyono yang notabene merupakan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. Wakil Presiden Jusuf Kalla yang merupakan Ketua Partai Golkar malah berdekatan dengan Ketua Dewan Penasehat PDI Perjuangan Taufik Kiemas, padahal partai tersebut adalah partai oposisi pemerintah.
Pada saat lebaran, Jusuf Kalla pun mengunjungi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri yang tidak lain adalah pesaing kuat Yudoyono. Sebelumnya juga digelar pertemuan lintas partai maupun dengan silaturahmi dengan tokoh masyarakat seperti Ketua PP Muhammadiyah, Dien Syamsyuddin dan Ketua PBNU Hasyim Muzadi. "Kalau silaturahmi-silaturahmi itu semata hanya pemanasan politik saja, menyesuaikan pemanasan global yang sudah melanda Indonesia," kata Tjahjo setengah berkelakar.
Tjahjo mengatakan karena kepentingan partai adalah pemilu dan pemilihan presiden, dengan melihat kegagalan pemerintah Yudoyono, sikap partai politik yang mulai kritis dan menghindar dekat dengan Yudoyono merupakan suatu kewajaran. Dia melihat partai-partai yang semula adalah pendukung pemerintahan Yudoyono, seperti PAN, PBB, PKS, PKB dan Partai Golkar sudah menunjukkan sikap kritis bahkan seperti PKB sudah beroposisi. "Tapi kalau koalisi strategis masih jauh, paling-paling ya koalisi bersatu untuk menjauhi SBY," katanya.
Imron Rosyid





