Presiden Ucapkan Terima Kasih pada Petugas Lebaran

Rabu, 17 Oktober 2007 | 22:55 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengucapkan terima kasih kepada para petugas yang telah bekerja selama libur Lebaran ini. "Mereka adalah pahlawan,” kata Presiden dalam jumpa pers usai kunjungan mendadak di kawasan Ancol, Rabu (17/10) malam.

“Petugas lalu lintas, petugas pemadam kebakaran, petugas Palang Merah Indonesia yang ada di rumah sakit," kata Presiden menyebutkan beberapa dari mereka yang patut dipuji itu.

Petugas yang bekerja selama liburan ini, kata Presiden, hampir tidak memiliki waktu untuk bertemu keluarganya. "Habis waktunya di jalan-jalan, kepanasan dan kehujanan. " katanya. Dengan tanggung jawab para petugas ini, kata dia, warga dapat melaksanakan kegiatan Lebaran tahun ini.

Presiden menegaskan, meskipun pekan ini adalah hari libur nasional, pemerintahan harus tetap bekerja. "Negara tidak boleh libur," kata Presiden. Pejabat dan petugas, kata dia, boleh saja libur bergantian dan bergiliran. "Tetapi fungsi pemerintahan dan tugas negara harus tetap berlanjut.

Pejabat pemerintahan yang masih libur usai cuti bersama, kata Presiden, akan menerima hukuman. "Gaji kita naikkan, kan mesti ada reward and punishment. Kita juga sudah meningkatkan kesejahteraan mereka," kata Presiden. Karenanya, lanjut Presiden, para pejabat pemerintah memiliki kewajiban untuk disiplin, produktif, dan mentaati peraturan yang berlaku.

Pelayanan publik, lanjut Presiden, tidak boleh berhenti. "Rumah sakit, kepolisian, termasuk perbankan. Karena kalau seminggu terhenti, roda ekonomi juga terganggu," kata dia.

Saat dia melakukan pengecekan, kata Presiden, memang belum banyak yang melaksanakan transaksi. "Tapi roda ekonomi berjalan dan tidak ada alasan untuk tidak berjalannya kegiatan ekonomi, baik di Jakarta maupun di kota-kota lain. Jangan sampai ikut libur semua, jadi susah," kata dia.

Presiden juga mengaku senang saat melakukan inspeksi ke Ancol. "Semua lepas dari ketegangan ataupun suasana yang rutin," kata dia. Dengan demikian, kata Presiden, usai hari raya Idul Fitri, ada semangat dan tekad baru untuk bekerja. Fanny Febiana






Komentar Anda

Kirim