Inflasi Oktober Diprediksi Turun
Minggu, 21 Oktober 2007 | 08:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Inflasi indeks harga konsumen Oktober tahun ini diprediksi lebih rendah dibandingkan bulan September yang mencapai 0,8 persen. Inflasinya diprediksi di atas 0,6 dan dibawah 0,8 persen. Namun inflasi itu masih tinggi jika dibandingkan pada bulan-bulan sebelumnya yang rata-rata 0,5 persen.
"Inflasi bulan ini dipengaruhi oleh faktor Bulan Puasa dan Lebaran," kata Direktur Ekonomi Makro Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Priambodo dihubungi Tempo di Jakarta hari ini. Menurut dia, karena bulan puasa tahun ini dimulai pertengahan September dan berakhir pertengahan Oktober maka beban inflasinya dibagi dua. Inflasi bulan Oktober lebih rendah dari September karena setelah Lebaran, harga-harga biasanya turun.
Pada bulan Oktober tahun lalu, kata Bambang, bulan Puasa dan Lebaran berlangsung sebulan penuh. Saat itu, inflasinya mencapai 1,2 persen. Inflasi ini cukup tinggi, tetapi pada November, inflasi turun menjadi 0,3 persen.
Pergerakan harga, kata dia, hanya akan terjadi sampai minggu kedua bulan Oktober. Penurunan harga pada minggu ketiga dan keempat akan menyeimbangkan inflasi bulan Oktober ini. Penguatan harga kebutuhan pokok terutama beras, tidak terlalu signifikan.
Meskipun yakin inflasi bulanan hanya akan di bawah 0,8 persen, Bambang agak pesimis target inflasi tahunan APBN Perubahan 2007 sebesar 6 persen bakal tercapai. "Saya melihatnya antara 6,5-6,7 persen. Kalau 6 persen sepertinya berat," ujarnya. Sebab inflasi tahunan, year on year September ini sudah mendekati 7 persen, yaitu 6,95 persen.
AGUS SUPRIYANTO





