Presiden Bahas Penolakan Syamsul Bahri
Selasa, 23 Oktober 2007 | 08:04 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pagi ini mengadakan rapat dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri, sebelum melantik Anggota Komisi Pemilihan Umum(KPU). Pertemuan tersebut diperkirakan membahas keputusan Presiden tentang permintaan Syamsul Bahri, salah satu anggota komisi terpilih, agar tidak dilantik dahulu.
Selain Kalla, akan hadir Menteri Koordinator Politik Hukum, dan Keamanan Widodo AS, Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa, Menteri Dalam Negeri Mardiyanto, Menteri Hukum dan HAM Andi Matalata, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, dan Jaksa Agung Hendarman Supandji.
Sebelumnya Syamsul Bahri mengirim surat kepada Presiden. Surat tersebut berisi permintaan penundaan pelantikan dirinya sebagai anggota KPU hingga status hukumnya jelas.
Kejaksaan menyatakan Syamsul telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi dana proyek Kawasan Industri Masyarakat Perkebunan di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa mengatakan Presiden Yudhoyono tidak akan melantik Syamsul. "Bagaimana wong orangnya (Syamsul) tidak mau dilantik," ujarnya Ahad lalu.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan akan melantik anggota Komisi Pemilihan Umum yang dipilih Dewan Perwakilan Rakyat, sore ini sekitar pukul 15.00 WIB, di Istana Negara.
Sebelumnya, Presiden Yudhoyono sekitar pukul 10.00 WIB akan membuka Trade Expo di Kemayoran. Usai melantik anggota KPU, dijawalkan akan menerima Menteri Industri Islandia dan pemenang Children Art Competion.
SUTARTO





