Partai Demokrat Tak Khawatir
Selasa, 23 Oktober 2007 | 13:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Rencana Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk maju menjadi calon presiden pada Pemilu 2009 nanti ditanggapi dingin Partai Demokrat. Menurut Anas Urbaningrum, ketua bidang politik partai Demokrat keinginan Partai Golkar untuk mengajukan calon presiden sendiri adalah sesuatu yang wajar. Sebagai partai yang besar ada faksi-faksi yang berbeda pandangan didalamnya, itu adalah realitas politik.
Demokrat tidak melihat ada indikasi kompetisi antara presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan wakilnya Jusuf Kalla. Keduanya sudah berkomitmen untuk menyelesaikan pemerintahan hingga 2009. "Tetapi tetap ada kemungkinan setelahnya terbuka," katanya, Selasa (23/10).
Demokrat pun tidak merasa terganggu terhadap adanya kemungkinan Golkar untuk mengajukan calon sendiri. Selama belum ada keputusan institusional, ia melihatnya sebagai dinamika politik yang normal. Setiap partai politik tentunya ingin memiliki prestasi dalam pemilu presiden.
Hingga saat ini Demokrat juga belum memikirkan dalam mengajukan pasangan presiden Susilo dalam pemilu 2009. Ia yakin koalisi yang baku juga belum akan terbangun sebelum pemilu legislatif. "Kami belum memikirkan, masih terlalu pagi."katanya.
Patokan untuk mengajukan pasangan calon presiden dan wakilnya, baru definitif setelah pemilu legislatif. Syarat untuk mengajukan pasangan calon harus didasarkan hasil pemilu legislatif. Melalui hasil itu partai-partai baru mengukur untuk mengajukan pasangan.
Sekjen PDIP Pramono Anung berpendapat pasangan Susilo dan Kalla memiliki karakter yang berbeda. Presiden Susilo memiliki karakter senang bersikap hati-hati dalam mengambil keputusan. Sedangkan Kalla senang membuat keputusan. "Tapi keduanya saling melengkapi," katanya.
Keduanya adalah pasangan yang saling mengimbangi. Tanpa Kalla Susilo, bisa tidak mengambil keputusan. Tetapi tanpa Susilo, Kalla bisa membuat keputusan-keputusan yang salah.
Pengamat politik dari LIPI Samsuddin Harris mengatakan tidak yakin pasangan Susilo - Kalla akan maju kembali pada 2009. Berdasarkan survey, partai Golkar akan menang pada pemilu legislatif. Konseskuensinya, Golkar tidak mau ketua umumnya jadi orang nomor dua. "Saya yakin SBY-JK tidak akan maju 2009," katanya. aqida swamurti





