Presiden Datang, Temperatur dan Gempa Kelud Melonjak
Rabu, 24 Oktober 2007 | 21:15 WIB
TEMPO Interaktif, Kediri:
Bersamaan dengan kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di lokasi pengungsian warga Gunung Kelud di Desa Segaran, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu (24/10) petang, aktifitas Gunung Kelud melonjak.
Bahkan gempa yang dua hari sebelumnya cenderung turun, saat ini meningkat. Begitu pula halnya dengan temperatur (suhu) kawah yang naik hingga 38,7 derajat Celcius di kedalaman 15 meter.
Berdasarkan data yang ada di markas Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Gunung Kelud, sejak pukul 06.00 - 12.00 Wib, temperatur kawah di kedalaman 10 meter tercatat 37,7 derajat Celcius dan di permukaan mencapai 36,5 derajat Celcius. Jika dibandingkan dengan pantuan sebelumnya antara pukul 00.00 – 06.00 Wib, temperatur mengalami kenaikan 1 poin.
Selain itu, terekam adanya gempa vulkanik dangkal sebanyak 10 kali, sekali gempa vulkanik dalam dan terjadi gempa tektonik dua kali. Padahal sebelumnya hanya tercatat 3 kali gempa vulkanik dangkal, sekali gempa vulkanik dalam, 6 kali gempa tektonik dan dua kali gempa tremor.
"Tadi pagi, antara pukul 05.30 – 08.30 wib, kami juga telah melakukan pengambilan sampel air kawah Gunung Kelud agar kita tahu tingkat keasaman (PH)-nya," kata Umar Rosadi, salah seorang ahli gunung anggota tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Rabu (24/10) petang.
Menurut Umar, tim yang bergerak menuju kawah Kelud beranggotakan empat ahli kimia. Untuk menghindari terjadinya keracunan, mereka dilengkapi pakaian pelindung dan masker penutup wajah.
Contoh air kawah yang sudah diambil selanjutnya dikirim ke Pusat Vulkanologi di Bandung dan ke Pos Pemantauan Gunung Merapi di Yogjakarta untuk diteliti.
"Kami sengaja melakukan pengambilan sampel air kawah pada pagi hari, karena saat itu gas CO2 belum terurai sinar matahari. Pagi tadi warna air kawah hijau keputihan," kata Umar Rosadi. Dwidjo U. Maksum





