45 Juta Orang di Dunia Buta
Kamis, 25 Oktober 2007 | 14:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak 45 juta orang di dunia saat ini mengalami kebutaan. Sepertiga dari jumlah tersebut berada di Asean.
Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat, Sri Astuti Suparmanto, menyatakan tiap menitnya jumlah penderita kebutaan bertambah sebanyak 12 orang dan empat orang diantaranya berasal dari Asean. "Setiap satu menit, satu anak buta didunia," kata Sri di Departemen Kesehatan, Kamis.
Selain penderita buta, ada 135 juta orang lain yang menderita low vision, yakni mereka yang masih bisa melihat dengan bantuan alat. Dari total penderita kebutaan dan low vision, 90 persennya ada di negara berkembang.
Jika dilihat dari total penderita di Asean, Indonesia memiliki penderita buta yang paling tinggi. "1,5 persen dari penduduk Indonesia mengalami kebutaan." ujar Direktur Bina Kesehatan Komunitas, Edi Suranto menambahkan.
Katarak saat ini menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia. Selanjutnya diikuti glaukoma, kelainan refraksi, gangguan retina, dan kelainan kornea.
Sebanyak sepuluh persen anak usia sekolah di Indonesia menderita kelainan refraksi, namun hanya seperdelapan dari mereka yang memakai kacamata. "Sebagian besar karena status ekonominya kurang mampu dan belum mengakses layanan kesehatan," ujar Edi.
Untuk mengurangi jumlah penderita kebutaan, kata Edi, saat ini pemerintah telah membentuk Komite Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan (PGPK). Sampai tahun 2007, PGPK telah dikembangkan di 15 provinsi, 30 kabupaten, dan 200 puskesmas. Reh Atemalem Susanti





