Renovasi Rumah Dinas DPR Belum diputuskan

Minggu, 28 Oktober 2007 | 14:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Pekerjaan Umum telah memberikan data ke Badan Urusan Rumah Tangga DPR terkait kerusakan rumah dinas DPR di Kalibata. Hasilnya, ada kerusakan yang perlu diperbaiki.

"Kami minta institusi lain yaitu Pekerjaan Umum untuk melihat (rumah dinas di Kalibata)," kata anggota Badan Urusan Rumah Tangga DPR Diah Devawati Ande ketika dihubungi Tempo di Batam, Minggu (28/10).

Diah mengungkapkan selama ini BURT menerima laporan adanya kerusakan di rumah dinas DPR Kalibata. Kerusakan itu mulai dari atap bocor hingga banyaknya kecoak dan tikus di rumah-rumah itu.

Laporan itu ditindaklanjuti BURT dengan melibatkan Departemen Pekerjaan Umum untuk memeriksa kondisi rumah. Departemen Pekerjaan Umum melihat adanya kerusakan dan dibutuhkan perbaikan. "Kami cari second opinion dari PU," ujarnya.

Dalam dua bulan terakhir, Diah pun tinggal di rumah dinas DPR di Kalibata. Terbukti, ujarnya, kecoak dan tikus berkeliaran di rumah itu. Setiap hujan, dia melanjutkan, pasti terjadi kebocoran. "Saya lagi makan, tikus besar-besar lewat. Saya tidur, di langit-langit tikus berlarian," tuturnya.

Menurut dia, renovasi dan anggaran untuk itu masih dalam proses pembahasan di DPR. Keputusan itu melibatkan pimpinan fraksi dan DPR serta sekretaris jenderal DPR. "Belum jadi kesepakatan bersama," katanya.

Anggota Komisi Kehutanan DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa Ario Widjanarko menyatakan menolak renovasi itu. Apalagi, kata dia, renovasi itu membutuhkan dana Rp 350 miliar. "Sebelum ini jadi keputusan, saya menolak rencana itu. Lebih baik uangnya untuk membeli beras untuk rakyat miskin," katanya ketika dihubungi Tempo di Surabaya, Minggu (28/10).

Penentuan anggaran DPR, ujar dia, merupakan wewenang sekretariat jenderal. Namun, BURT DPR pasti tahu persis rencana itu. KURNIASIH BUDI






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: