Akitvitas Anak Gunung Krakatau Makin Meningkat
Minggu, 28 Oktober 2007 | 14:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Vulkanolgi Dan Mitisgasi Bencana Gelogi Bandung menaikkan status Anak Gunung Krakatau dari waspada menjadi Siaga. Tindakan ini dikalukan karena aktivitas Gunung berapai yang berada di Laut Selat Sunda ini terus meningkat.
"Status Anak Gunung Karatau kini Siaga," kata Agus Rukman, peneliti dari Badan Vulkanolgi dan Mitigasi Bandung usai memantau aktivitas Anak Gunung Krakatau di Pos Pemantau Pausaran, Anyer Serang, Banten, Minggu (28/10).
Dengan peningkatan status ini, kata dia, warga, nelayan dan wisatawan dilarang beraktivitas pada radius 3 kilometer dari Anak Gunung Karatau. Namun, demikian Agus memprediksikan peningkatan gunung berapi ini, tidak akan menimbulkan tsnunami. "Tidak akan terjadi tsunami karena letusan hanya disebabkan hanyalah pembetukan kawah baru,' katanya.
Hingga Minggu dini hari, kata Agus, tercatat 203 kali letusan. Letusan ini disertai gempa vulkanik sebanyak 99 kali, vulkanik dangkal 40 kali dan tiga kali gempa tremor. Aktivitas ini menujukan kenaikkan karena sehari sebelumnya hanya 193 kali terjadi letusan dan 2 kali gempa tremor. Menurut Agus letusan itu terjadi karena banyaknya kawa baru yang gerada sekitar 300 meter dari kawah yang lama.
Sebelumnya diberitakan, Aktivitas Anak Gunung Krakatau di Selat Sunda terus meningkat. Asap tebal berwarna putih kelabu menyembul setinggi 200 meter. Gunung berapi aktif yang berketinggian 236 meter itu kerap menimbulkan gempa vulkanik.
Pada 2000, aktivitas Anak Gunung Krakatau menunjukkan peningkatan luar biasa dan mengeluarkan lava panas. Saat itu petugas pengamatan gunung berapi, kata Asikin, langsung meningkatkan status Anak Gunung Krakatau menjadi siaga.
Gunung Krakatau meletus pada 25 Agustus 1883. Letusan yang dilukiskan amat dahsyat itu menewaskan 36 ribu jiwa penduduk sekitar dan melenyapkan gunung serta pulaunya. Pada 1927, gunung itu muncul kembali di tengah kaldera yang terendam air laut. Dari waktu ke waktu, Anak Gunung Krakatau terus tumbuh hingga setinggi 236 meter. Faidil Akbar






