Sumburan Belarang Rusak Enan Hektar Sawah
Minggu, 28 Oktober 2007 | 14:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sumburan air mengadung belarang di Kampung Pamarayan, Desa Linduk, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, merusak enam hektar sawah. "Kami sudah berupaya menutup sumber sumburan air tapi tidak bisa," ujar Ridwan salah seorang warga Pamarayan, Minggu (28/10).
Beberapa waga mengatakan, sumburan air berbelerang itu berawal saat Madriti salah seorang warga menggali sumur bor tahun 2000 lalu. " Karena awalnya tidak mebahanyakan, sumburan itu dibiarkan saja," kata Madriti.
Tapi, dua tahun setelah sumburan itu dibiarkan, airnya makin deras dan mengeluarkan bau beleran yang menyengat. Hingga saat ini air dari suburan itu menutup persawahan milik warga. "Sekarang sudah mencapai 6 hektar sawah yang rusak akibat air ini," ujarnya.
Madriti mengaku sudah berupaya menutup sumburan air itu sejak 2005. Dibantu warga setempat Madriti sudah pernah menyumbat sumber air dengan batu dan semen. Tapi, sumbatan itu ambles dan air berbelerang kembali muncrat.
Ia mengaku sudah putus asa untuk menutup kembali sumber luapan air, apalagi biaya untuk menutup sumur ini, sudah menghabiskan anggaran Rp 10 juta. "Saya juga mencari orang pintar untuk menutup tempat ini. Namun, sampai saat ini, upaya itu tidak berhasil," katanya. Warga berharap pemerintah setempat ikut membantu mengatasi sumburan lumpur itu.
Camat Pontang, Marpudin mengatakan, pihaknya sudah meneliti air yang mengandun belerang itu. Air yang berasal dari sumur bor itu sudah pernah diuji ternyata mengandung CO2, Air tersebut tidak berbahanya bagi manusia.
"Jadi kami mengibau agar air itu dimanfaatkan saja. Tinggal dibuat saja sistem pengairannya sehingga tidak mengumpul dan menenggalamkan sawah," katanya. Faidil Akbar





