Premi Askeskin Diusulkan Naik
Minggu, 28 Oktober 2007 | 14:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Asuransi Kesehatan (Askes) meminta pemerintah menaikkan premi peserta program Asuransi Kesehatan Masyarakat Miskin (Askeskin). Menurut Manager Humas Askes, Tavip Hermansyah, premi Rp 5 ribu per orang per bulan atau Rp 60 ribu per tahun sangat minim.
?Perhitungan kami, untuk tahun 2007 premi per orang harusnya Rp 8 ribu. Tahun 2008, kemungkinan dibutuhkan lebih besar lagi,? katanya kepada Tempo, Ahad (28/10).
Premi yang kecil, kata dia, mengakibatkan banyak tagihan rumah sakit tak bisa dibayar. Di sisi lain, tingkat penggunaan Askeskin makin tinggi dari tahun ke tahun. Biaya pengobatan dan alat kesehatan juga mengalami inflasi. Rata-rata, inflasi kesehatan mencapai 16 persen tiap tahun.
Awal 2007, jelas Tavip, Askes hanya mendapat dana Rp 1,7 triliun. Belakangan, pemerintah menambah dana Askeskin Rp 1,7 triliun lagi. Jumlah peserta Askeskin ditargetkan 76,4 juta orang. ?Kalau dihitung, jumlah Rp 3,4 triliun kurang dari premi Rp 5 ribu per orang,? katanya.
Padahal, lanjut Tavip, program Askeskin harus memenuhi semua pelayanan kesehatan mulai dari rawat jalan hingga cuci darah, operasi jantung, dan pengobatan kanker. ?Pemerintah sebaiknya menaikkan anggaran untuk Askeskin,? katanya.
Anggota Komisi Kesehatan Parlemen, Rudianto Tjen, meminta pemerintah mengkaji ulang biaya Asuransi Kesehatan Masyarakat Miskin (Askeskin ). Menurut dia, premi Rp 5 ribu per orang tiap bulan tak manusiawi untuk pengobatan. ?Pelayanan Askeskin pun menjadi terganggu karena tagihan meningkat,? katanya.
Selama ini, jelas Politikus PDI Perjuangan ini, dana yang dikeluarkan pemerintah relatif bisa membiayai program Askeskin. Tapi, penyebab utamanya adalah jumlah pengguna fasilitas Askeskin tak sesuai dengan yang ditargetkan pemerintah. "Dari target 76,4 juta orang, paling yang menggunakan hanya sepertiganya. Tapi, biaya berobatnya tak murah," katanya.
Tahun 2008, kata Rudianto, pemerintah mengalokasikan dana Rp 4,8 triliun untuk program Askeskin. Dana itu rencananya akan digunakan untuk 76,4 juta penduduk. "Alokasi dana itu belum dibahas di DPR. Tapi kami berharap dananya bisa lebih besar," katanya.
Anggota Komisi Kesehatan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Zuber Safawi, menilai sangat wajar PT Asuransi Kesehatan (Askes) meminta pemerintah menaikkan premi peserta asuransi. Bisa saja pemerintah tetap memakai premi Rp 5 ribu. Tapi, pemerintah harus melakukan pendataan yang valid soal jumlah peserta Askeskin. "Sehingga penggunaan dana yang ada bisa dioptimalkan," katanya.
Rudianto dan Zuber menilai, Askes juga tak perlu khawatir jika dana Askeskin tak cukup. Alasannya, dalam klausul kerja sama Departemen Kesehatan-Askes, disebutkan bahwa pemerintah akan mencarikan dana jika terjadi kekurangan. PRAMONO





