Dien : Jangan Gunakan Kekerasan Kepada Aliran Sesat
Senin, 29 Oktober 2007 | 08:11 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dien Syamsuddin mengatakan aliran sesat itu perlu dirangkul dan dibimbing kembali ke jalan yang benar sesuai Al quran. "Jangan gunakan kekerasan untuk menghakimi mereka," kata Dien yang diundang dalam Ikrar Kaum Muda Indonesia di Gedung Arsip Nasional, Jakarta kemarin.
Dien menambahkan penghakiman terhadap aliran tertentu tidak akan mematikannya. "Caranya diarahkan melalui dakwah," jelasnya. Karena keyakinan itu tidak mudah dihilangkan dari para penganutnya. "Perlu pendekatan, bukan kekerasan," ujarnya.
Beberapa waktu lalu, merebak kehadiran aliran Al Qiyadah dan aliran menyimpang lainnya di Jawa Barat. Puluhan ormas Islam menolaknya, bahkan ada yang ingin menghancurkan komunitas itu.
Menurut Dien, Islam memberikan toleransi terhadap para penganutnya dalam memandang suatu perbedaan. "Ada toleransi terhadap cara pandang, Namun untuk masalah dalam aqidah tidak ada toleransi," katanya.
Al Qidayah merupakan aliran yang tidak bisa mendapat toleransi. Ahmad Moshaddeq, pendiri ajaran itu, mengaku telah mendapat wahyu untuk menggantikan Nabi Muhammad. "Hal ini berkaitan dengan sesuatu yang mendasar," katanya.
Eko ari wibowo





