Markas Besar TNI Siap Bertanggungjawab
Selasa, 30 Oktober 2007 | 10:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen mengemukakan pihaknya siap bertanggungjawab atas insiden peluru nyasar yang melukai Mimi, 40 tahun, warga RT 04/02 Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Senin (29/10) lalu.
"Jika korban jatuh karena latihan menembak TNI, kalau perlu pengobatan, kami yang akan menanggung biayanya," ujar Sagom kepada Tempo lewat telepon, Selasa (30/10) pagi.
Dia mengaku sudah mendengar insiden ini. Menurutnya, di kompleks Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur, memang ada satu tempat latihan menembak untuk senjata api jenis pistol. Namun secara teknis, jangkauan peluru yang diledakkan dari jenis senjata ini hanya efektif pada jarak di bawah 100 meter. "Kalau rumah korban dari Markas Besar TNI sampai 1,5 kilometer, tidak mungkin dia kena peluru nyasar dari latihan itu," ujarnya.
Kemungkinan lain, ujar Sagom, peluru itu bisa dari tembakkan senjata yang bukan berasal dari tempat latihan. Meski begitu, dia berjanji akan terus mencari informasi soal insiden ini secepatnya. "Peluru kan bukan untuk menembak rakyat," ujar dia.
Mimi terkena peluru sekitar pukul 09.45 WIB. Pada saat kejadian, dia mengaku sedang sedang berada di dapur. “Tau-tau bahu kanan saya terasa panas,” ujarnya. Dia sontak terperanjat ketika mengetahui bahu kanannya berdarah. Tak lama, ia melihat sebuah proyektil tergeletak di lantai dapur.
Raden Rachmadi





