|
1,7 Juta Balita Meninggal Karena Tak Diimunisasi
Kamis, 01 November 2007 | 13:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyatakan 1,7 juta anak Indonesia meninggal karena tak mendapat imunisasi lengkap. Jumlah 1,7 juta itu merupakan seperlima dari balita di Indonesia.
"Balita rawan terkena penyakit seperti TBC, dipteri, pertusis, campak, tetanus, polio, dan hepatitis B jika tak diimunisasi," kata Siti dalam sambutan yang dibacakan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkunga, I Nyoman Kandun, pada Acara Nasional Imunisasi Anak di Taman Menteng, Jakarta, Kamis (1/11).
Menurut Siti, diperlukan imunisasi yang tinggi dan merata supaya angka kematian balita dapat ditekan. Jika tidak, dikhawatirkan akan timbul kejadian luar biasa untuk penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). "Salah satu bukti keberhasila imunisasi adalah pembasmian cacar dari Indonesia pada 1974," katanya.
Pemerintah, kata SIti, menargetkan dalam dua tahun ke depan bisa mengimunisasi 4.725.470 anak. Jumlah ini diambil dari 7 provinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan. Imunisasi ini juga meliputi 63 kabupaten dan kota dari provinsi tersebut. "Cakupan imunisasi di daerah itu masih rendah," katanya.
Imunisasi ini, jelas Siti, mendapat dukungan dana US$ 20 juta dari pemerintah Amerika. Proyek imunisasi ini diberi nama Millenium Chalenge Corporation Indonesia-Immunization Project (MCCI-IP). "Penurunan kematian bayi juga termasuk dalam Millenium Development Goals," katanya.
Sedangkan Duta Besar Amerika, Cameron Hume, mengatakan, peningkatan imunisasi di Indonesia agak berat dilakukan. Alasannya, sistem desentralisasi (otonomi daerah) di Indonesia justeru membuat angka imunisasi di Indonesia menurun tajam. "Layanan kesehatan yang ada di tingkat provinsi menjadi kekurangan satf, dan mereka tak terlatih," katanya.
Program imunisasi ini, kata Hume, diharapkan menjangkau 80 persen anak Indonesia untuk memperoleh vaksinasi penyakit dipteri, tetanus, dan pertusis. "Jika target imunisasi dapat ditingkatkan, Indonesia akan mampu penuhi target MDGs," katanya.
Pramono
INDEKS BERITA LAINNYA :
|