Mekanisme Pengadaan Senjata Rawan Percaloan

Kamis, 01 November 2007 | 20:47 WIB

TEMPO Interaktif, Depok:Sistem pengadaan senjata Departemen Pertahanan dianggap tidak efisien dan rawan percaloan. Berdasarkan penelitian, satu proyek pengadaan senjata meibatkan sedikitnya 400 perwira.

"Dari perencanaan anggaran sampai eksekusi proyek," kata Peneliti Senior Center for Strategic and International Studies, Edy Prasetyono, seusai kuliah umum pertahanan di Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Indonesia, Kamis (1/11).

Selain itu, kata Edy, sistem pengadaan melalui rantai birokrasi panjang. Belasan meja, katanya, harus dilalui sampai anggaran cair dan barang dibeli. "Setiap meja rawan memunculkan calo," tuturnya.

Pekan lalu, Sekretaris Jendral Departemen Pertahanan Letnan Jendral Sjafrie Sjamsoeddin berjanji menerbitkan aturan pengadaan barang dan jasa. Dia mengakui, selama ini para pejabat tak disiplin terlibat pengadaan barang dan jasa.

Edy Prasetyono mengakui, upaya pembenahan sistem pengadaan barang di Departemen Pertahanan cukup efektif. Dengan begitu, kata dia, hanya ada satu pintu dalam proses pengadaan ini. "Tapi, Departemen Pertahanan harus konsisten menegakkan aturan itu," ujarnya.

Raden Rachmadi, Yudho Paripurno






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: