Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Presiden Minta Kekayaan Alam Tidak Dieksploitasi Besar-Besaran
Kamis, 01 November 2007 | 23:47 WIB

TEMPO Interaktif, Banjarmasin:
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan untuk tidak mengeksploitasi kekayaan alam secara besar-besaran sehingga menimbulkan kerusakan lingkungan.

"Jangan mengejar keuntungan sebesar-besarnya, jangan ada perusahaan-perusahaan, pengusaha, pebisnis mengeruk keuntungan tanpa memikirkan kelestarian lingkungan dan keadilan bagi sesama," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis(1/11), saat memberi sambutan halal bihalal masyarakat Kalimantan Selatan, di Banjarmasin.

Presiden Yudhoyono mengatakan Kalimantan menyimpan berbagai kekayaan alam. Diantaranya hasil tambang, energi, hutan, pertanian, dan perikanan. Sumber daya alam itu harus dikelola dengan baik. Bila tidak, katanya, "Anak cucu kita tidak mendapat apa-apa."

Dia mengatakan pengusaha juga harus patuh pada aturan dan hukum. "Kalau hukum ditegakkan, mengelola ekonomi baik, tidak lagi mereka yang kuat punya kuasa begitu saja melakukan usahanya tanpa patuh pada tatanan. (Semua) akan membawa kebaikan," ujarnya.

Presiden yakin pengelolaan yang baik terhadap kekayaan alam tersebut akan membawa kesejahterakan rakyat. Indonesia, lanjut dia, " Akan lebih baik lagi 5 sampai 15 tahun lagi." Sutarto

Dari Arsip Majalah TEMPO
Jembatan Politis Suramadu  | 19 Juli 2004
Bangkitnya Raksasa Lapar  | 12 Juli 2004
Lawatan Tiga Jam yang Merepotkan | 20 Oktober 2003
Juru Runding Suu Kyi  | 22 September 2003
Tegak di Barat, Menapak ke Timur  | 23 Pebruari 2004
Rp 2,4 Miliar untuk Kunjungan Megawati  | 23 Juni 2003
Mengapungkan Reaktor Nuklir  | 26 Mei 2003
Presiden Jumpa Pangab Singapura  | 24 Pebruari 2003
Gus, Pergilah ke Amerika!  | 27 Januari 2003
Hassan Wirajuda: "Indonesia yang Stabil dan Mak mur Termasuk Kepentingan Amerika Serikat"  | 01 Oktober 2001
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kalla Bantah Cari Dukungan NU
Indonesia-Bank Dunia Desak Negara Maju Soal Inisiatif StAR
Presiden Beri Kuliah Umum di Universitas Airlangga
Presiden Disambut Unjuk Rasa di Surabaya
Wakil Presiden Buka Kongres Saudagar Aceh Hari Ini
Hari ini Presiden Panen Padi Hibrida di Gorontalo
Presiden Kurangi Kunjungan ke Luar Negeri
Kalla Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Golkar-LDP
Tiro Dipastikan Tak Penuhi Undangan Kalla
Kalla Ucapkan Terima Kasih ke Finlandia Soal Aceh
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk110607 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Diduga Perampok, Mobil Fortuner di Hancurkan Massa
Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD

<< November,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data